RADARBANYUWANGI.ID - Nama proyek jalan tol strategis yang menghubungkan wilayah timur Pulau Jawa resmi mengalami perubahan. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menetapkan pergantian nama dari sebelumnya dikenal sebagai Tol Probowangi menjadi Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi atau disingkat Tol Prosiwangi.
Perubahan nama ini dilakukan untuk mencerminkan secara lebih akurat wilayah yang dilintasi oleh proyek strategis nasional tersebut, yakni Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.
Representasi Wilayah Lebih Akurat
Kementerian PUPR menegaskan bahwa nama “Prosiwangi” dipilih karena ruas tol ini memiliki lintasan yang cukup panjang di wilayah Situbondo, yang sebelumnya belum terwakili dalam nama lama “Probowangi”.
Perubahan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap peran wilayah penyangga dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Dengan nama baru tersebut, identitas proyek dinilai lebih inklusif dan merepresentasikan seluruh daerah yang dilintasi.
Usulan dari Pemerintah Daerah
Pergantian nama tol ini tidak lepas dari usulan pemerintah daerah, khususnya dari Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan bahwa perubahan nama tersebut merupakan hasil komunikasi dengan anggota DPR RI asal Situbondo.
Salah satu tokoh yang turut memperjuangkan perubahan ini adalah Nasim Khan.
“Akhirnya tol ini resmi dinamakan Prosiwangi. Nama baru ini sangat penting bagi Situbondo,” ujar Rio dalam keterangannya.
Diumumkan Resmi oleh BPJT
Pengumuman perubahan nama ini juga disampaikan oleh Badan Pengatur Jalan Tol melalui kanal resmi media sosialnya.
Dalam unggahan tersebut, BPJT menyebutkan penggunaan nama Tol Prosiwangi dalam konteks uji laik fungsi dan operasi beberapa seksi jalan tol.
Hal ini menandakan bahwa nama baru tersebut telah resmi digunakan dalam berbagai tahapan proyek.
Bagian dari Proyek Strategis Nasional
Tol Prosiwangi merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas di wilayah timur Jawa Timur.
Dengan panjang total lebih dari 170 kilometer, tol ini akan menghubungkan kawasan industri, pariwisata, serta jalur logistik dari Probolinggo hingga Banyuwangi.
Dampak bagi Ekonomi Daerah
Perubahan nama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dampak simbolis bagi daerah yang dilintasi.
Masuknya nama Situbondo dalam proyek ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat posisi daerah tersebut dalam peta pembangunan nasional.
Selain itu, kehadiran tol ini juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi barang, serta mempermudah akses wisata ke kawasan Banyuwangi dan sekitarnya.
Perkuat Identitas Infrastruktur
Dengan nama baru “Prosiwangi”, pemerintah berharap proyek ini semakin dikenal luas oleh masyarakat sekaligus memperkuat identitasnya sebagai jalur penghubung utama di kawasan timur Pulau Jawa.
Perubahan ini juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga memperhatikan aspek representasi wilayah dan kepentingan daerah.
Ke depan, Tol Prosiwangi diharapkan menjadi tulang punggung transportasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata di Jawa Timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin