RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) untuk kawasan Geopark Ijen.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci utama agar Geopark Ijen tetap mempertahankan status kartu hijau (green card) dalam jaringan geopark dunia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa proses revalidasi ini bukan sekadar rutinitas administratif yang dilakukan setiap empat tahun.
“Ini adalah pembuktian komitmen berkelanjutan kita dalam mengelola warisan alam. Geopark Ijen sudah melalui siklus penuh pengakuan internasional, sekarang saatnya memastikan kualitas pengelolaannya tetap terjaga,” ujarnya.
Tidak Hanya Alam, Tapi Juga Pemberdayaan Masyarakat
Khofifah menekankan bahwa penilaian dalam revalidasi UNESCO tidak hanya berfokus pada kondisi fisik kawasan geopark.
Aspek lain yang menjadi perhatian meliputi pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga pengembangan ekonomi berbasis lingkungan yang telah berjalan sejak penetapan awal.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah saat asesor melakukan penilaian nanti. Semua pemangku kepentingan harus siap,” tegasnya.
Dampak Nyata bagi Banyuwangi dan Bondowoso
Keberadaan Geopark Ijen yang mencakup wilayah Banyuwangi dan Bondowoso dinilai telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal.
Status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark telah mendorong peningkatan kunjungan wisata minat khusus, sekaligus membuka peluang investasi yang berbasis pada prinsip keberlanjutan.
Selain sektor pariwisata, keberadaan geopark juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Fokus Penguatan Edukasi dan Riset
Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan menitikberatkan pada penguatan sektor pendidikan dan penelitian sebagai bagian dari pengembangan geopark.
Program edukasi geopark di sekolah-sekolah akan terus diperluas agar generasi muda memahami pentingnya konservasi alam sejak dini.
Selain itu, keterlibatan akademisi dalam penelitian ilmiah di kawasan Geopark Ijen juga akan didorong untuk meningkatkan kualitas pengelolaan berbasis data.
“Dari sisi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kebudayaan, hingga penelitian, Geopark Ijen memiliki dampak besar. Kami ingin menjadikannya sebagai model geopark berkelanjutan di tingkat global,” jelas Khofifah.
Optimistis Pertahankan Status Dunia
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemprov Jatim optimistis Geopark Ijen mampu mempertahankan status green card dalam jaringan UNESCO.
Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga pengakuan internasional, tetapi juga memastikan bahwa pengelolaan kawasan tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengesampingkan aspek konservasi lingkungan.
Geopark Ijen diharapkan terus menjadi contoh bagaimana warisan alam dapat dikelola secara berkelanjutan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis ekowisata. (ian)
Editor : Ali Sodiqin