Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gus Salam Siap Maju di Muktamar NU 2026, Cucu KH Bishri Syansuri Bidik Kursi Ketum PBNU

Ali Sodiqin • Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB
Gus Salam siap maju di Muktamar NU 2026 sebagai calon Ketum PBNU. Didukung kiai dan alumni PMII, serukan perbaikan organisasi NU. (Instagram @isunsantri)
Gus Salam siap maju di Muktamar NU 2026 sebagai calon Ketum PBNU. Didukung kiai dan alumni PMII, serukan perbaikan organisasi NU. (Instagram @isunsantri)

RADARBANYUWANGI.ID – Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mulai memanas. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara halalbihalal bertema “Meneguhkan Khidmah Untuk Umat dan Bangsa” yang digelar Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia di lingkungan Al-Aqobah International School (AIS), Pondok Pesantren Al-Aqobah, Jombang, Senin (13/4/2026).

Kehadiran cucu KH Bishri Syansuri tersebut menjadi kejutan tersendiri bagi peserta. Dengan penampilan sederhana mengenakan kemeja biru muda dan sarung batik, Gus Salam secara terbuka memperkenalkan diri sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.

“Saya diperintah para kiai saya untuk berikhtiar menjadi Ketum PBNU dalam gelaran Muktamar ke-35 NU Agustus-September nanti,” ujarnya.

Menurut Gus Salam, keputusannya maju bukan semata ambisi pribadi, melainkan bentuk kepatuhan terhadap dawuh para guru, sesepuh, dan masyayikh pesantren serta NU.

“Ini soal niat. Menata niat ikut kandidat calon Ketua Umum PBNU. Saya sam’an wa tho’atan, memenuhi perintah para guru,” tegasnya.

Respons dan Dukungan Alumni NU

Langkah Gus Salam tersebut langsung mendapat respons dari kalangan alumni dan tokoh NU. Ketua PC IKA PMII Jombang, KH Amir Maliki Abi Thalchah, mengapresiasi keberanian Gus Salam untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan NU.

Menurutnya, NU saat ini membutuhkan konsolidasi besar untuk mengembalikan organisasi ke jalur perjuangannya.

“Semangat NU kembali ke dzurriyah perlu direfleksikan sesuai konteks. NU sekarang perlu diperkuat kembali, baik secara struktur maupun kebanggaan warganya,” ujarnya.

Ia juga menilai Gus Salam memiliki legitimasi kuat sebagai cucu langsung dari salah satu muassis NU.

“Gus Salam merupakan cucu muassis NU KH Bishri Syansuri. Ini sanad kuat. Selain itu, beliau kiai muda yang energik dan mudah diterima di lingkungan NU,” tambahnya.

Dinamika Internal Jadi Sorotan

Sementara itu, Pengasuh PP Al-Aqobah sekaligus sesepuh IKA PMII Jombang, KH Junaidi Hidayat, mengungkapkan bahwa banyak tokoh NU saat ini merasakan kegelisahan terhadap dinamika organisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, momentum Muktamar NU menjadi kesempatan penting untuk melakukan pembenahan, termasuk melalui regenerasi kepemimpinan.

“Saya senang, akhirnya dzurriyah muassis NU merasakan kegelisahan itu. Bahkan tumbuh kewajiban untuk mengembalikan NU pada madzhab dan jalur perjuangannya,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh kader dan jejaring IKA PMII di seluruh Indonesia untuk turut mengawal perjalanan NU ke depan.

“IKA PMII terlahir dari NU dan berkewajiban khidmah di dalam NU. Maka seluruh jejaring harus dikonsolidasikan,” tegasnya.

Momentum Penentu Arah NU

Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus–September 2026 diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Dengan munculnya sejumlah figur, termasuk Gus Salam, kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU diprediksi akan berlangsung dinamis. Berbagai aspirasi mulai mengemuka, mulai dari penguatan organisasi, konsolidasi kader, hingga upaya mengembalikan marwah NU sebagai jam’iyyah keagamaan yang berpengaruh.

Gus Salam sendiri berharap dukungan doa dan masukan dari para kiai serta intelektual NU agar ikhtiarnya dapat berjalan dengan baik.

“Saya mohon doa restu dan nasihat dari para kiai dan intelektual NU agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Muktamar NU 2026 #Gus Salam PBNU #calon Ketum PBNU #IKA PMII Jombang #nahdlatul ulama