RADARBANYUWANGI.ID - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah tidak lepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor.
Sinergi ini dinilai mampu menjaga layanan tetap aman, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
Menurut Heru, kerja sama antara Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, KSOP, BPTD, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas layanan penyeberangan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat lintas sektor. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Heru dalam keterangannya, dikutip Antara.
Sejak awal periode Angkutan Lebaran, ASDP telah menerapkan strategi terukur di empat cabang utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis melalui pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) guna mempercepat siklus layanan kapal.
Selain itu, perusahaan juga mengaktifkan buffer zone serta memperkuat personel di titik-titik krusial pelabuhan untuk mengurai kepadatan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon turut memberikan dampak signifikan dalam pengelolaan arus mudik.
“Hingga 31 Maret 2026, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52 persen dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen,” jelas Windy.
Ia menegaskan, tingginya angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan.
Digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi tulang punggung dalam peningkatan kualitas layanan.
Sistem reservasi terintegrasi ini mampu mengatur arus kendaraan dan penumpang secara lebih tertib sekaligus menekan antrean selama periode puncak.
Secara kumulatif, jumlah penumpang pada 15 lintasan pantauan nasional sejak H-8 hingga H+8 mencapai 4.722.213 orang, meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, total kendaraan mencapai 1.215.273 unit atau naik 8 persen.
Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 juga tercermin dari hasil survei sejumlah lembaga independen.
Survei yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember mencatat indeks kepuasan masyarakat (IKM) mencapai 82,15 atau masuk kategori baik, meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Lembaga KedaiKOPI melaporkan 88,8 persen responden merasa puas terhadap manajemen mudik, sementara Indikator mencatat tingkat kepuasan sebesar 85,3 persen.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh moda transportasi, darat, laut, udara, dan kereta api, berjalan optimal tanpa kendala berarti, baik pada arus mudik maupun arus balik.
Ke depan, ASDP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi dan penguatan standar operasional.
Fokus ini diharapkan mampu menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jasa, bahkan di tengah puncak mobilitas nasional.
“Komitmen ini memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan penuh kepastian bahkan di tengah puncak mobilitas nasional,” kata Windy.
Editor : Lugas Rumpakaadi