Tol Gilimanuk–Mengwi Dilelang 2027, Proyek Rp12,7 Triliun Siap Pangkas Waktu Tempuh Bali Hingga 50 Persen

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 15:30 WIB
Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali direstrukturisasi. Pemerintah prioritaskan Seksi Pekutatan–Mengwi dan tambah Simpang Susun Kerambitan.
Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali direstrukturisasi. Pemerintah prioritaskan Seksi Pekutatan–Mengwi dan tambah Simpang Susun Kerambitan.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum memastikan proyek strategis nasional Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi akan memasuki tahap lelang pada 2027.

Proyek dengan nilai investasi mencapai Rp12,7 triliun ini digadang-gadang menjadi tulang punggung konektivitas logistik dan pariwisata di Pulau Bali.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa proyek tol tersebut akan dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Tol Gilimanuk–Mengwi ini direncanakan dengan skema KPBU, panjangnya 96,84 kilometer,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Proyek Tol Terpanjang di Bali

Jalan tol ini akan membentang sepanjang 96,84 kilometer, menghubungkan wilayah barat hingga tengah Pulau Dewata, dari Gilimanuk hingga Mengwi.

Kehadiran tol ini diproyeksikan menjadi yang terpanjang di Bali sekaligus solusi atas kepadatan jalur utama yang selama ini menjadi andalan transportasi darat.

Dari sisi pembiayaan, total investasi proyek mencapai Rp12,7 triliun. Rinciannya meliputi biaya konstruksi sebesar Rp8,52 triliun serta dukungan konstruksi dari pemerintah sebesar Rp4,59 triliun.

Target Operasi 2031

Saat ini, pemerintah tengah mengakselerasi penyelesaian berbagai dokumen teknis dan administratif, mulai dari analisis dampak lingkungan (amdal), analisis dampak lalu lintas, hingga pengadaan lahan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses lelang badan usaha pelaksana (BUP) akan dimulai pada 2027 dan proyek ditargetkan mulai beroperasi pada 2031.

Pangkas Waktu Tempuh Hingga 50 Persen

Salah satu manfaat utama dari pembangunan tol ini adalah efisiensi waktu perjalanan.

Pemerintah memproyeksikan waktu tempuh dari Gilimanuk ke Mengwi yang saat ini sekitar 6 jam dapat dipangkas menjadi hanya 3 jam.

“Dari sisi manfaat, jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh secara signifikan,” tegas Diana.

Efisiensi ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.


Strategi Tingkatkan Daya Tarik Investor

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyebutkan bahwa saat ini proyek memasuki tahap penyusunan ulang dokumen readiness criteria.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kelayakan finansial proyek sekaligus menarik minat investor.

“Penataan kembali lingkup proyek dan tahapan pembangunan merupakan langkah strategis agar proyek lebih menarik dan realistis,” ujarnya.

Menurut Wilan, pendekatan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan lalu lintas aktual, sehingga investasi yang masuk dapat lebih optimal.


Dorong Logistik dan Pariwisata

Kehadiran Tol Gilimanuk–Mengwi diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi distribusi logistik di Bali.

Selain itu, akses yang lebih cepat juga akan memperkuat konektivitas destinasi wisata, khususnya di wilayah barat yang selama ini relatif kurang berkembang dibanding kawasan selatan.

Dengan konektivitas yang lebih baik, diharapkan pemerataan ekonomi di Bali dapat tercapai, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di sektor pariwisata nasional maupun internasional.


Tantangan dan Harapan

Meski menjanjikan manfaat besar, proyek ini tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal pembebasan lahan dan kesiapan investasi.

Namun, pemerintah optimistis dengan skema KPBU serta penataan ulang proyek, pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi dapat berjalan sesuai rencana.

Jika terealisasi tepat waktu, proyek ini tidak hanya menjadi infrastruktur strategis, tetapi juga simbol percepatan pembangunan dan transformasi ekonomi di Pulau Dewata. (*)

Editor : Ali Sodiqin
proyek tol Bali 2027 investasi infrastruktur Bali KPBU jalan tol waktu tempuh Bali Tol Gilimanuk Mengwi