RADARBANYUWANGI.ID – Nama Gatut Sunu Wibowo mendadak menjadi sorotan publik nasional setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026) malam.
Dalam operasi senyap tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Informasi ini dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
“Benar (OTT Bupati Tulungagung),” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Jumat malam.
KPK hingga kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan dan memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka sesuai prosedur.
Penangkapan tersebut sontak membuat masyarakat menyoroti sosok Gatut Sunu Wibowo, yang dikenal memiliki perjalanan karier cukup panjang dari dunia usaha hingga puncak pemerintahan daerah.
Lahir dan Besar di Tulungagung
Gatut Sunu Wibowo lahir di Tulungagung, 17 Desember 1967.
Ia dikenal sebagai putra daerah yang lama berkecimpung di dunia usaha sebelum masuk ke panggung politik.
Sebelum menjadi pejabat publik, Gatut lebih dulu meniti karier sebagai pengusaha, khususnya di bidang penyedia bahan bangunan dan usaha transportasi/logistik, yang membuat namanya cukup dikenal di kalangan pelaku usaha lokal.
Latar belakang sebagai pengusaha inilah yang kemudian menjadi modal sosial dan jaringan politiknya di Tulungagung.
Dari Pengusaha ke Dunia Politik
Karier politik Gatut mulai mencuat saat dirinya bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP).
Namanya mulai dikenal luas ketika diusung sebagai Wakil Bupati Tulungagung dan menjabat pada periode sebelumnya.
Saat itu, Gatut dipandang sebagai figur yang memiliki pengalaman lapangan, terutama dalam sektor ekonomi dan pembangunan daerah.
Namun, dinamika politik menjelang Pilkada 2024 mengubah arah perjalanan politiknya.
PDIP tidak lagi mengusungnya, sehingga Gatut kemudian memilih berlabuh ke Partai Gerindra.
Perpindahan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam transformasi karier politiknya.
Pindah ke Gerindra, Menang Pilkada
Setelah resmi menjadi kader Gerindra, Gatut maju dalam kontestasi Pilkada 2024 dengan dukungan koalisi:
-
Partai Gerakan Indonesia Raya
-
Partai Golongan Karya
-
Partai Keadilan Sejahtera
Koalisi ini mengantarkannya meraih kemenangan dan resmi menjabat sebagai Bupati Tulungagung periode 2025–2030.
Kemenangannya dinilai sebagai bukti kuat bahwa Gatut mampu membangun kekuatan politik baru setelah keluar dari PDIP.
Dalam pernyataannya kepada media pada April 2025 lalu, Gatut pernah menegaskan loyalitasnya kepada partai.
“Saya ini prajurit, apapun tugasnya seperti apa saya siap,” ujarnya.
Ia juga menambahkan:
“Prajurit di lapangan mengikuti di pusat yang punya partai. Apapun kehendak di pusat kami siap.”
Pernyataan itu sempat menjadi sorotan karena menunjukkan sikap politiknya yang tegas setelah bergabung dengan Gerindra.
Karier Politik Kini Diuji
Karier politik Gatut kini menghadapi ujian terberat setelah dirinya terjaring OTT KPK.
Operasi ini menjadi OTT ke-10 KPK sepanjang 2026, menambah daftar kepala daerah yang terseret operasi tangkap tangan tahun ini.
Selain Gatut, sejumlah pihak lain juga turut diamankan.
Beberapa sumber menyebut total ada 16 orang yang dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis KPK belum membeberkan secara rinci perkara yang mendasari operasi tersebut.
Publik kini menanti hasil pemeriksaan intensif KPK dalam waktu 1 x 24 jam untuk mengetahui apakah Gatut akan ditetapkan sebagai tersangka.
Dari Puncak Karier ke Sorotan Nasional
OTT ini menjadi babak dramatis dalam perjalanan Gatut Sunu Wibowo.
Dari sosok pengusaha lokal, naik menjadi wakil kepala daerah, berpindah partai, menang Pilkada, hingga kini menjabat Bupati Tulungagung, karier politiknya kini berada di bawah sorotan nasional.
Kasus ini juga kembali menambah daftar kepala daerah di Jawa Timur yang terseret kasus korupsi, sekaligus memperkuat perhatian publik terhadap integritas pejabat daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin