RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah melalui Dudy Purwagandhi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas transportasi nasional. Upaya ini dilakukan melalui pembenahan layanan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan aspek keselamatan demi menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (9/4/2026), Dudy menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kementerian Perhubungan akan terus berinovasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di tanah air,” ujarnya, dikutip Antara.
Pernyataan tersebut merespons hasil survei yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), KedaiKOPI, dan Indikator Politik Indonesia terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hasil survei ITS menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 82,15 atau masuk kategori baik, meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, survei KedaiKOPI mencatat 88,8 persen responden merasa puas terhadap manajemen mudik, dan Indikator mencatat tingkat kepuasan sebesar 85,3 persen.
Dudy mengapresiasi capaian tersebut dan menyebutnya sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak.
“Kami mengapresiasi hasil survei ITS, KedaiKOPI, dan Indikator. Atas arahan Presiden, penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berlangsung aman, selamat, tertib, dan terkendali,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hasil survei ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan, tetapi juga bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan. Evaluasi tersebut akan diterapkan tidak hanya pada periode Lebaran, tetapi juga pada momentum besar lainnya seperti Natal dan Tahun Baru.
Menurut Dudy, tingginya tingkat kepuasan masyarakat mencerminkan efektivitas kebijakan pemerintah serta kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Survei ITS sendiri melibatkan 5.105 responden di 26 provinsi dan mengukur aspek prasarana, sarana, serta manajemen transportasi. Hasilnya menunjukkan moda kereta api memperoleh tingkat kepuasan tertinggi dengan nilai 94,30 (sangat baik), diikuti angkutan jalan 84,50, udara 82,12, laut 81,78, dan penyeberangan 77,48.
Di sisi lain, survei KedaiKOPI yang dilakukan pada 23–30 Maret 2026 terhadap 1.101 responden mencatat nilai rata-rata kepuasan sebesar 7,18 dari skala 1 hingga 10. Kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow juga mendapat respons positif dari 80,8 persen responden.
Sementara itu, survei Indikator melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia.
Ke depan, Kementerian Perhubungan berkomitmen menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari hasil survei tersebut.
“Kami berharap tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi dapat terus meningkat di masa mendatang,” ujar Dudy.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara