Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Transportasi Terpadu dan Revitalisasi Kota Tua, Jakarta Bidik Status Kota Global Berbasis Budaya

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 10 April 2026 | 18:15 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan MRT dan KRL di Kota Tua sepanjang hingga 28 km. (JawaPos.com)
Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan MRT dan KRL di Kota Tua sepanjang hingga 28 km. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat langkah integrasi transportasi massal dengan menghubungkan layanan MRT Jakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintasi kawasan Kota Tua. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa rencana integrasi tersebut telah dibahas bersama jajaran KAI serta mendapatkan arahan langsung dari Presiden.

“Nanti akan ada selain MRT, KRL yang pakai listrik. Kemarin ketika saya menerima Dirut KAI kita sudah membahas, dan Bapak Presiden sudah memberikan arahan. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai, kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik,” ujar Pramono di Balai Kota, Kamis (9/4/2026), dikutip Antara.

Menurutnya, jalur KRL listrik itu akan dibangun sepanjang sekitar 16 kilometer pada tahap awal, kemudian diperluas menjadi 28 kilometer pada tahap berikutnya. Integrasi ini dinilai akan mengubah wajah Kota Tua secara signifikan, terutama dalam hal aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.

Selain itu, proyek MRT dengan rute hingga Kota Tua ditargetkan rampung pada 2029. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mulai mempersiapkan berbagai aspek integrasi sejak dini agar sistem transportasi dapat berjalan optimal saat seluruh proyek selesai.

Di sisi lain, revitalisasi kawasan Kota Tua juga terus berjalan. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembalikan identitas kawasan tersebut sebagai pusat sejarah dan budaya.

“Di sini kita memberikan keyakinan bahwa Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua dan Insya Allah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua,” kata Rano.

Dalam rencana revitalisasi, kawasan Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Fokus awal diarahkan pada zona inti seluas sekitar 80 hektare dari total 363 hektare kawasan.

“Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu. Luasnya kira-kira kalau dari total Kota Tua itu hampir 363 hektare, tapi kalau zona inti kira-kira cuman 80 hektare. Tapi zona inti ini juga termasuk yang namanya Museum Bahari itu zona inti. Kemudian, Alun-alun Fatahillah,” jelas Rano.

Tak hanya itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada penataan fasilitas pendukung seperti area parkir dan lokasi pedagang kaki lima (PKL). Penataan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#transportasi terpadu #revitalisasi kota tua #budaya #jakarta