Minat Siswa Ikut Paskibraka Banyuwangi 2026 Menurun, Seleksi Awal Hanya Diikuti 600 Peserta

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 00:30 WIB
TAHAPAN SELEKSI: Peserta seleksi paskibraka menjalani tes yang dinilai pelatih dari TNI AL, TNI AD, dan kepolisian di GOR Tawangalun, Banyuwangi, Selasa (8/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TAHAPAN SELEKSI: Peserta seleksi paskibraka menjalani tes yang dinilai pelatih dari TNI AL, TNI AD, dan kepolisian di GOR Tawangalun, Banyuwangi, Selasa (8/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Minat pelajar untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyuwangi tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, proses seleksi awal yang digelar pada Selasa (8/4) hanya diikuti 600 peserta, lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 800 pendaftar.

Seleksi tahap awal tersebut menjadi pintu masuk bagi para pelajar yang ingin menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi Agus Mulyono mengatakan, tahapan seleksi hari pertama difokuskan pada pemeriksaan persyaratan dasar, khususnya tinggi badan dan batas usia peserta.

“Hari ini merupakan seleksi tinggi badan dan usia, yakni 16 sampai 18 tahun pada 17 Agustus 2026 mendatang,” ujarnya.

Menurut Agus, jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Jika pada seleksi tahun sebelumnya jumlah pendaftar mencapai sekitar 800 orang, kini hanya tercatat 600 peserta yang mengikuti tahapan awal.

“Peminat Paskibraka tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu mencapai 800 orang, kini hanya 600 orang,” jelasnya.

Penurunan jumlah peserta tersebut menjadi perhatian tersendiri. Meski demikian, pihaknya memastikan proses sosialisasi telah dilakukan secara maksimal ke seluruh sekolah di Banyuwangi.

Agus menduga, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah peserta adalah adanya seleksi internal yang dilakukan masing-masing sekolah sebelum mengirimkan siswanya ke tahap kabupaten.

“Kemungkinan setiap sekolah sudah menyeleksi secara mandiri untuk para pelajar atau siswa yang dikirim menjadi Paskibraka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tahapan seleksi Paskibraka tahun ini akan berlangsung ketat dan berlapis. Setelah pemeriksaan administrasi, tinggi badan, dan usia, peserta masih harus menjalani beberapa tes lanjutan.

Rangkaian seleksi tersebut meliputi tes kesehatan, pemeriksaan administrasi lanjutan, penilaian fisik, kemampuan baris-berbaris, serta aspek intelektual dan etika.

Dari seluruh tahapan itu, nantinya akan dipilih putra-putri terbaik Banyuwangi yang dinilai layak menjadi anggota Paskibraka tingkat kabupaten.

Tak hanya itu, peserta terbaik juga berkesempatan untuk melaju ke tingkat provinsi sebagai wakil Banyuwangi.

“Untuk seleksi nasional, kita hanya mengirim ke tingkat provinsi,” cetus Agus.

Selain seleksi tingkat kabupaten, Bakesbangpol Banyuwangi juga telah menjadwalkan proses seleksi lanjutan yang berkoordinasi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 20 April mendatang.

Agus menekankan bahwa persaingan dalam seleksi Paskibraka tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga kecerdasan dan karakter peserta.

Ia meminta seluruh pelajar yang mengikuti seleksi agar mempersiapkan diri secara maksimal, mengingat peserta yang terpilih nantinya merupakan representasi pelajar terbaik Banyuwangi.

“Mempersiapkan diri dengan baik, meningkatkan kemampuan fisik dan intelektual. Karena nanti yang dipilih adalah yang paling terbaik, khususnya pelajar di Banyuwangi. Tidak hanya fisik, tetapi juga intelektual dan etika,” pungkasnya. (rio/aif)


Kalau Anda ingin, saya bisa bantu buatkan versi yang lebih “nendang” khas headline Jawa Pos/Radar Banyuwangi untuk portal online agar CTR Google Discover lebih tinggi.

Editor : Ali Sodiqin
siswa Banyuwangi Paskibraka Banyuwangi 2026 seleksi Paskibraka bpip Bakesbangpol Banyuwangi