RADARBANYUWANGI.ID – Rencana Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat dukungan penuh dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dukungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan darat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang memiliki dinamika sosial dan budaya yang khas.
Dukungan Disampaikan Langsung
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan dukungan tersebut secara langsung kepada Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, usai pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum awal bagi Yuniar sebagai Danrem baru yang menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
Dalam kesempatan itu, Sri Sultan memberikan sejumlah arahan penting, terutama terkait sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, serta seluruh elemen masyarakat.
Tekankan Sinergi Lintas Sektor
Sri Sultan menekankan bahwa keamanan dan stabilitas wilayah tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antarinstansi serta dukungan masyarakat.
“Beliau memberikan dukungan dan apresiasi terhadap rencana pembentukan Kodam di DIY. Harapannya, kita bersama-sama terus menjaga keamanan dan stabilitas wilayah,” ujar Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.
Menurutnya, pesan tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan Korem 072/Pamungkas di wilayah Yogyakarta.
Kodam Baru Dinilai Strategis
Rencana pembentukan Kodam di Yogyakarta merupakan bagian dari agenda strategis TNI, khususnya TNI Angkatan Darat, dalam memperkuat pertahanan wilayah darat.
Dengan adanya Kodam baru, struktur komando diharapkan menjadi lebih dekat dengan wilayah operasional, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan responsif.
Langkah ini dinilai penting mengingat kompleksitas sosial, budaya, dan politik di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang membutuhkan pendekatan keamanan yang adaptif.
Akan Membawahi Dua Korem
Dalam rencana yang disusun, Kodam baru di Yogyakarta nantinya akan membawahi dua Korem tipe B dengan cakupan wilayah DIY serta sebagian wilayah eks Karesidenan Kedu.
Dengan struktur tersebut, efektivitas pembinaan teritorial serta kesiapsiagaan aparat di lapangan diharapkan meningkat signifikan.
Tak hanya itu, kehadiran Kodam juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi ancaman multidimensi, baik dari sisi keamanan maupun sosial.
Perkuat Rasa Aman Masyarakat
Pembentukan Kodam di DIY tidak hanya berfokus pada aspek militer, tetapi juga diharapkan berdampak langsung pada masyarakat.
Kehadiran struktur komando yang lebih kuat diyakini dapat meningkatkan rasa aman, menjaga stabilitas, serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta.
Yuniar juga mengungkapkan rasa terima kasih atas arahan yang diberikan Sri Sultan dalam pertemuan tersebut.
“Beliau selaku orang tua banyak memberikan wejangan kepada kami yang bertugas di DIY. Saya sangat berterima kasih atas nasihat beliau,” ujarnya.
Momentum Perkuat Kolaborasi
Silaturahmi antara Danrem baru dan Gubernur DIY tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi lintas sektor.
TNI menegaskan bahwa perannya di daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah serta dukungan masyarakat.
Dengan adanya rencana pembentukan Kodam baru, Yogyakarta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan ke depan, baik dari sisi keamanan, sosial, maupun pembangunan wilayah. (*)
Editor : Ali Sodiqin