Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler, Kadiv Humas Minta Waspada Calo dan Penipuan

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 14:46 WIB
Polri tegaskan rekrutmen Akpol 2026 hanya jalur reguler tanpa kuota khusus, masyarakat diminta waspada calo dan penipuan. (Humas Polri for Radar Banyuwangi)
Polri tegaskan rekrutmen Akpol 2026 hanya jalur reguler tanpa kuota khusus, masyarakat diminta waspada calo dan penipuan. (Humas Polri for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026.

Penegasan itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Divisi Humas Polri, Selasa (7/4/2026).

Dalam keterangannya, Kadiv Humas menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi tetap berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, sesuai arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Johnny. 


Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler

Johnny menegaskan, penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya dibuka melalui satu jalur, yakni jalur reguler.

Ia memastikan tidak ada kuota khusus ataupun jalur istimewa dalam proses penerimaan calon perwira Polri tahun ini. 

“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur modus percaloan yang kerap muncul pada masa seleksi.


Hampir 8 Ribu Pendaftar

Berdasarkan data resmi Polri, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol Tahun 2026 secara online mencapai 7.988 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah lolos verifikasi awal dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang kini memasuki pemeriksaan administrasi. 

Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk bergabung menjadi calon perwira di tubuh Polri.


Masyarakat Diminta Laporkan Calo

Kadiv Humas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan praktik penipuan, percaloan, maupun pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

Laporan dapat disampaikan melalui:

“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan,” jelas Johnny. 

Ia menambahkan, jika pelaku berasal dari anggota Polri, maka akan diproses melalui Propam.

Sementara jika melibatkan masyarakat sipil, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan pidana yang berlaku.


Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Johnny menyebut proses rekrutmen Taruna-Taruni Akpol bukan sekadar seleksi tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak calon pemimpin Polri masa depan.

Menurutnya, lulusan Akpol yang direkrut hari ini diproyeksikan menjadi pemimpin kepolisian dalam 25 hingga 30 tahun mendatang.

Karena itu, Polri berupaya memastikan kualitas sumber daya manusia yang masuk benar-benar unggul.


Evaluasi Kurikulum dan Penguatan Humanisme

Selain proses rekrutmen, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pembentukan karakter, etika, dan kepribadian calon perwira.

Johnny menegaskan evaluasi tersebut juga bertujuan menghilangkan praktik kekerasan, terutama dalam relasi senior dan junior.

“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkapnya. 

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Editor : Ali Sodiqin
rekrutmen Akpol 2026 Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir jalur reguler Akpol calo rekrutmen Polri