Atasi Darurat Sampah, Banjarmasin Gandeng Banjar dan Barito Kuala Rintis Program Listrik Tenaga Sampah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 12:50 WIB
DPRD Banjarmasin mendukung penuh program nasional untuk mengubah sampah menjadi energi listrik. (Gemini AI)
DPRD Banjarmasin mendukung penuh program nasional untuk mengubah sampah menjadi energi listrik. (Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID - Persoalan sampah di wilayah Kalimantan Selatan mulai menemukan titik terang melalui inovasi teknologi.

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala resmi menjalin sinergi untuk mewujudkan program transformasi sampah menjadi energi listrik (waste to energy).

Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, H. Harry Wijaya, menyatakan apresiasinya atas koordinasi yang dilakukan oleh ketiga kepala daerah tersebut.

Menurutnya, program ini merupakan solusi konkret bagi penanganan sampah yang kian mendesak, terutama setelah ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih.

"Ini luar biasa kalau bisa diwujudkan, kita sangat mendukung, bahkan jika harus dibuatkan regulasinya. Kalau bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi tenaga listrik dengan teknologi saat ini, tentunya luar biasa dan menjadi solusi untuk penanganan darurat sampah di Kota Banjarmasin," ujar Harry, Senin (6/4/2026), dikutip Antara.

Program ini bukan sekadar rencana daerah, melainkan bagian dari pilot project nasional yang digagas oleh Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Urgensi proyek ini didasari oleh tingginya produksi sampah di tiga wilayah tersebut yang mencapai 678 ton per hari, di mana Kota Banjarmasin menyumbang lebih dari 400 ton di antaranya.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menegaskan kesiapan daerahnya untuk menjadi percontohan nasional.

Ia menilai percepatan tata kelola lingkungan melalui energi terbarukan adalah langkah taktis di tengah padatnya populasi penduduk.

Meskipun memerlukan biaya besar dan perencanaan matang, pemerintah telah menyiapkan empat opsi lahan yang akan diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk dikaji secara teknis yakni TPAS Tabing Rimbah (Barito Kuala), TPAS Basirih (Banjarmasin), Kawasan Terminal Gambut Barakat (Banjar), dan Kawasan belakang RSJ Sambang Lihum (Banjar).

Harry menambahkan bahwa kunci keberhasilan inovasi ini terletak pada komitmen bersama. 

"Program ini salah satu inovasinya, meskipun tidak mudah mewujudkannya, sebab perlu tempat representatif dan biaya yang cukup besar, tapi jika tiga daerah komitmen bersatu, tentunya bisa cepat terwujud," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
listrik tenaga sampah banjarmasin