Gubernur DKI Tekankan Penanganan Sampah Pasar, Janjikan Revitalisasi Total di Seluruh Jakarta

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 12:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan Pasar Jaya untuk menjaga kebersihan 153 pasar ibu kota. (JawaPos.com)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan Pasar Jaya untuk menjaga kebersihan 153 pasar ibu kota. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah pasar tradisional di ibu kota menjadi ruang publik yang bersih, rapi, dan nyaman bagi warga.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026).

Dalam arahannya, Pramono menginstruksikan jajaran Direksi Pasar Jaya untuk memberikan perhatian serius terhadap standar kebersihan di seluruh pasar yang berjumlah 153 titik di Jakarta.

Ia menekankan bahwa pasar tidak boleh lagi identik dengan kesan kumuh atau kotor.

“Saya sudah meminta kepada Bapak Dirut (Pasar Jaya) mudah-mudahan semua pasar ini bisa betul-betul menjadi lebih bersih, lebih rapi, dan masyarakat bisa menikmati itu,” ujar Pramono, dikutip Antara.

Secara khusus, Gubernur menyoroti permasalahan penumpukan sampah yang sempat terjadi di Pasar Kramat Jati. Ia meminta agar kendala teknis dalam pengelolaan limbah pasar segera dituntaskan agar tidak terulang kembali dan mengganggu kenyamanan pengunjung maupun pedagang.

“Saya sudah meminta kepada Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memulai proyek revitalisasi yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di dua lokasi, yakni Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya.

Fasilitas baru ini nantinya akan dilengkapi dengan infrastruktur modern, termasuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang lebih representatif untuk menjamin sanitasi lingkungan.

Proyek pembangunan Pasar Kramat Jaya diproyeksikan selesai dalam waktu delapan bulan atau pada Januari 2027.

Sementara itu, Pasar Gardu Asem ditargetkan rampung dalam kurun 11 bulan ke depan, yakni pada Maret 2027.

Langkah revitalisasi ini diharapkan tidak hanya sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menjadikan pasar-pasar di Jakarta sebagai role model atau percontohan bagi pengelolaan pasar tradisional di daerah lain di Indonesia.

Dengan suasana belanja yang lebih kondusif, diharapkan roda ekonomi kerakyatan di Jakarta dapat berputar lebih kencang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
gubernur dki jakarta revitalisasi Sampah pasar