RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (6/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya memantau jalannya ujian, tetapi juga memberikan pembekalan strategis bagi para siswa dalam menghadapi soal-soal akademik.
Mendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan dalam tes tidak hanya bergantung pada penguasaan materi atau kemampuan intelektual semata, melainkan juga pada kecerdasan dalam mengatur strategi pengerjaan di tengah keterbatasan waktu yang tersedia.
"Strateginya bagaimana mengerjakan soal itu? Kita mengerjakan tes itu, selain soal kemampuan, juga soal strategi mengerjakan. Ada strateginya, karena kan ada batas waktu, bagaimana caranya supaya waktu yang tersedia itu cukup," ujar Abdul Mu'ti di hadapan para peserta, dikutip Antara.
Salah satu taktik utama yang dibagikan oleh Menteri adalah metode pengerjaan nonsekuensial.
Ia menyarankan agar siswa tidak terpaku pada urutan nomor soal, melainkan memprioritaskan butir soal yang dianggap paling mudah.
Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah siswa kehilangan banyak waktu pada soal-soal sulit yang berisiko menguras durasi pengerjaan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya manajemen waktu yang ketat agar tidak ada satu pun soal yang terlewatkan atau dibiarkan kosong.
Ia menekankan agar siswa memahami instruksi soal dengan saksama, terutama karena beberapa narasi soal memiliki teks yang cukup panjang.
Sebagai penutup motivasinya, Abdul Mu'ti berpesan agar para siswa menyeimbangkan antara ikhtiar nyata dan aspek religiusitas.
"Itu prinsip, jadi ada usaha intelektual dengan Anda belajar, ada usaha spiritual, dan ada usaha praktikal, usaha praktis bagaimana mengerjakan dengan efektif," tambahnya.
Pada hari pertama ini, para siswa SMP dihadapkan pada ujian mata pelajaran matematika dan numerasi.
Sebanyak 30 butir soal harus diselesaikan dalam waktu 75 menit, yang kemudian dilanjutkan dengan pengisian survei karakter selama 20 menit.
Editor : Lugas Rumpakaadi