Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ASDP Buka Opsi Layani Lintasan Banyuwangi–Lombok, Rute Ketapang–Lembar Mulai Dievaluasi

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 6 April 2026 | 02:00 WIB
PEDULI SOSIAL: Personel Satlantas Polresta Banyuwangi membagikan nasi bungkus kepada driver yang antre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Minggu (5/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PEDULI SOSIAL: Personel Satlantas Polresta Banyuwangi membagikan nasi bungkus kepada driver yang antre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Minggu (5/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Tingginya permintaan masyarakat dan pelaku usaha agar lintasan penyeberangan Banyuwangi–Lombok kembali dibuka mulai mendapat respons serius dari ASDP Indonesia Ferry.

Sejak awal April 2026, operator penyeberangan nasional tersebut mulai melakukan evaluasi teknis untuk membuka kembali rute Ketapang–Lembar.

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat Banyuwangi, pelaku logistik, hingga sektor pariwisata yang selama ini berharap konektivitas langsung menuju Lombok kembali tersedia.

Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marcianis, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan peninjauan dari dua sisi, yakni wilayah Banyuwangi dan Lombok, guna memetakan potensi pembukaan kembali jalur penyeberangan tersebut.

Menurut dia, kajian yang dilakukan tidak hanya menyangkut aspek teknis pelabuhan, tetapi juga peluang bisnis dan kebutuhan pasar.

“Kita lihat dulu bagaimana market-nya, semoga nanti bisa menjadi tambahan layanan yang lebih baik,” ujarnya.

Evaluasi ini dilakukan setelah ASDP melihat adanya peluang pasar yang cukup menjanjikan, terutama dari sisi mobilitas penumpang, kendaraan logistik, hingga wisatawan yang ingin bepergian langsung dari Banyuwangi menuju Lombok.


Sejumlah Dermaga Masuk Kajian

Selain meninjau potensi pasar, ASDP juga masih melakukan kajian terkait titik keberangkatan kapal di Banyuwangi.

Beberapa opsi dermaga saat ini tengah dipertimbangkan, mulai dari Pelabuhan Tanjungwangi yang saat ini digunakan operator ALP, hingga kembali mengaktifkan dermaga MB IV di Pelabuhan Ketapang.

Tak hanya itu, ASDP juga membuka kemungkinan pembangunan dermaga baru sebagai alternatif untuk mendukung operasional lintasan.

Langkah tersebut dilakukan mengingat rencana penggunaan kapal berukuran besar yang membutuhkan fasilitas sandar memadai.

“Kita cek beberapa dermaga, bisa nanti kita gunakan Bulusan atau dermaga ponton yang kita upgrade. Karena ini nanti akan menggunakan kapal dengan ukuran besar,” jelas Yossi.

Kawasan Bulusan pun masuk dalam salah satu opsi yang sedang ditinjau, terutama jika diperlukan pengembangan infrastruktur tambahan.


Siapkan Kapal 15 Ribu GT

Untuk melayani lintasan Banyuwangi–Lombok, ASDP berencana menyiapkan kapal dengan kapasitas besar.

Kapal yang disiapkan diperkirakan memiliki bobot sekitar 15 ribu Gross Ton (GT), setara dengan KMP Portlink III yang saat ini beroperasi di Pelabuhan Merak.

Penggunaan kapal besar ini dinilai penting untuk mengakomodasi tingginya potensi penumpang dan kendaraan dari jalur timur Pulau Jawa menuju Nusa Tenggara Barat.

Dengan kapasitas yang lebih besar, lintasan ini juga diharapkan mampu menjadi jalur strategis baru untuk distribusi logistik antarwilayah.


Potensi Bisnis dan Pariwisata Dinilai Besar

ASDP melihat Banyuwangi memiliki potensi muatan yang cukup besar untuk mendukung pembukaan kembali rute ini.

Selain sektor logistik, jalur Banyuwangi–Lombok juga diyakini akan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, mengingat kedua daerah sama-sama menjadi destinasi unggulan nasional.

Konektivitas langsung antara Banyuwangi dan Lombok dapat memangkas waktu tempuh perjalanan serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Pembukaan kembali lintasan Ketapang–Lembar juga dinilai menjadi celah bisnis yang prospektif bagi ASDP dalam memperluas jaringan layanan penyeberangan nasional.

Jika kajian teknis dan pasar menunjukkan hasil positif, bukan tidak mungkin rute ini kembali beroperasi dalam waktu dekat. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#ASDP Banyuwangi Lombok #penyeberangan Banyuwangi Lombok #Ketapang Lembar #asdp ferry #pelabuhan ketapang