SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta DK PBB Bertindak Tegas

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 22:20 WIB
SBY dan Prabowo saat Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu.
SBY dan Prabowo saat Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu.

RADARBANYUWANGI.ID – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

SBY mendesak PBB segera mengambil langkah tegas, termasuk menghentikan atau memindahkan penugasan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dari zona pertempuran.

Pernyataan itu disampaikan SBY melalui unggahan di akun X pribadinya, Minggu (5/4/2026), menyusul duka nasional atas gugurnya tiga personel Kontingen Garuda.

Sikap tersebut juga sejalan dengan desakan Indonesia agar dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang menewaskan prajurit TNI. 


SBY Mengaku Hatinya Tergetar

SBY mengaku sangat berduka saat memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.

“Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon, hati saya ikut tergetar,” tulis SBY. 

Jenazah ketiga prajurit telah tiba di Tanah Air dan disambut dengan upacara militer di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4). 


Minta PBB Hentikan atau Relokasi UNIFIL

Menurut SBY, kondisi di lapangan saat ini sudah sangat berbahaya bagi peacekeeper, termasuk personel Indonesia.

Ia menjelaskan, pasukan penjaga perdamaian pada dasarnya bertugas di kawasan Blue Line atau Blue Zone, yakni wilayah pemisah antara teritori Israel dan Lebanon yang seharusnya bukan zona perang.

Namun, situasi kini berubah drastis.

“Sekarang ini, kenyataannya yang semula mereka berada di sekitar Blue Line kini sudah berada di war zone,” ujarnya. 

SBY menyebut pasukan Israel disebut telah bergerak beberapa kilometer dari garis pemisah, sehingga risiko terhadap personel UNIFIL semakin tinggi.

Dengan kondisi itu, ia meminta markas besar PBB di New York segera mengambil keputusan.

“Seharusnya PBB segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran,” tegasnya. 


Dorong Dewan Keamanan PBB Bersidang

SBY juga mendorong Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang dan mengeluarkan resolusi yang jelas.

Menurut dia, PBB tidak boleh menggunakan standar ganda dalam merespons kematian peacekeeper.

Ia menilai investigasi tetap harus dilakukan meski kondisi perang sangat dinamis.

“Saya mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendesak PBB melakukan investigasi serius,” ujarnya. 

Sebelumnya, DK PBB juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam insiden yang menewaskan tiga peacekeeper Indonesia dan melukai lima lainnya.


SBY Kenang Pengalaman di Bosnia dan Lebanon

SBY menegaskan dirinya memahami betul mekanisme misi perdamaian PBB karena pernah bertugas sebagai Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia pada 1995–1996.

Selain itu, saat menjabat Presiden RI, SBY juga menjadi sosok yang mengusulkan pengiriman satu batalion pasukan Indonesia ke Lebanon pada 2006.

Kontingen pertama, Garuda XXIII/A, diberangkatkan pada November 2006.

Sejak saat itu, hingga 2026 Indonesia telah 19 kali mengirim kontingen ke Lebanon dengan masa tugas rata-rata satu tahun. 


Pesan untuk Prajurit yang Masih Bertugas

Di akhir pernyataannya, SBY menyampaikan pesan moral kepada prajurit Kontingen Garuda yang masih bertugas di Lebanon.

Ia meminta mereka tetap bersemangat dan menjaga keselamatan.

Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air,” pesannya.

Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, terutama di tengah eskalasi konflik Israel–Hizbullah yang masih berlangsung di Lebanon selatan.(*)

Editor : Ali Sodiqin
UNIFIL SBY Lebanon dewan keamanan pbb Prajurit TNI Gugur pbb