Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Skema Makan Bergizi Gratis Diubah, Zulhas: Kini Hanya 5 Hari Sekolah agar Lebih Efektif

Ali Sodiqin • Minggu, 5 April 2026 | 16:00 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani mengawali program makan bergizi gratis di SMPN 2 Rogojampi, Senin (3/2).
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani mengawali program makan bergizi gratis di SMPN 2 Rogojampi, Senin (3/2/2025).

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah resmi mengubah skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika sebelumnya diberikan selama enam hari, kini program tersebut hanya disalurkan pada hari sekolah, yakni lima hari dalam sepekan.

Kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi lintas kementerian dan lembaga yang menemukan bahwa distribusi saat hari libur tidak berjalan efektif.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Dalam rangka perbaikan dan efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin enam hari termasuk hari libur, ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan MBG diberikan saat hari sekolah, ketika murid hadir lima hari,” ujarnya dalam rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, distribusi pada hari libur, termasuk saat libur Lebaran, tidak optimal karena banyak siswa tidak berada di sekolah.

“Kalau libur Lebaran, juga tidak efektif. Jadi hari libur tidak ada lagi penyaluran MBG ke siswa,” tegasnya.

Tetap Jalan untuk Ibu Hamil dan Balita

Meski demikian, pemerintah memastikan program MBG tidak sepenuhnya berhenti saat libur sekolah. Berdasarkan pedoman yang tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 52.1 Tahun 2025, distribusi tetap berlangsung untuk kelompok tertentu.

Kelompok yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, tetap menerima manfaat MBG selama enam hari dalam sepekan, tanpa terpengaruh kalender akademik.

Pemerintah menilai kelompok ini membutuhkan asupan gizi secara konsisten karena berpengaruh langsung terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas generasi mendatang.

“Untuk ibu hamil, menyusui, dan balita tidak ada perubahan. Ini sangat penting karena menentukan masa depan anak-anak kita,” ujar Zulhas.

Fleksibel untuk Daerah 3T dan Stunting Tinggi

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.

Di daerah tersebut, skema MBG bisa lebih fleksibel. Bahkan, jika diperlukan, pemberian MBG dapat ditambah menjadi enam hari dalam sepekan.

“Untuk daerah 3T atau yang tingkat stunting-nya tinggi, bisa ada perlakuan khusus. Selain lima hari sekolah, bisa ditambah satu hari jika dibutuhkan,” jelasnya.

Kebijakan ini berbasis data, dengan mengacu pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, khususnya di kawasan timur Indonesia, menjadi prioritas utama intervensi program.

Siswa Tetap Bisa Dapat Saat Libur, Bersyarat

Sementara itu, siswa dan santri tetap berpeluang mendapatkan paket MBG saat libur sekolah. Namun, hal tersebut bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah atau pesantren dalam membuka layanan distribusi.

Artinya, penyaluran tidak lagi bersifat otomatis seperti sebelumnya, melainkan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Efisiensi dan Tepat Sasaran

Perubahan skema ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih efisien.

Dengan fokus pada hari sekolah, pemerintah berharap bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan, tanpa terbuang sia-sia.

Di sisi lain, pendekatan fleksibel untuk daerah 3T dan kelompok rentan menunjukkan bahwa pemerintah tetap menjaga aspek keadilan sosial dalam implementasi program.

Dengan kebijakan baru ini, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan dampak lebih optimal dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#MBG 5 hari #program gizi pemerintah #badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis #Zulkifli Hasan