Kemacetan Terurai, Arus ke Pelabuhan Ketapang Kembali Lancar: Polisi Optimalkan Buffer Zone Bulusan

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 01:00 WIB
TAK LAGI MACET: Aparat kepolisian mengatur arus lalu lintas di sebelah utara pintu masuk menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Sabtu (4/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TAK LAGI MACET: Aparat kepolisian mengatur arus lalu lintas di sebelah utara pintu masuk menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Sabtu (4/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kepadatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang berangsur terurai. Hingga Sabtu siang (4/4), kendaraan pribadi dan roda dua sudah kembali melaju lancar dan tertib setelah sebelumnya sempat terjebak antrean panjang.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja intensif jajaran Polresta Banyuwangi yang mengoptimalkan rekayasa lalu lintas, termasuk pengaturan kendaraan besar melalui buffer zone di wilayah Bulusan.

Strategi Buffer Zone untuk Kendaraan Besar

Meski kondisi lalu lintas mulai normal, aparat kepolisian tetap menerapkan skema khusus bagi kendaraan bertonase besar. Seluruh truk dan kendaraan logistik diarahkan masuk ke kantong parkir atau buffer zone Bulusan guna mencegah potensi kemacetan baru di akses masuk pelabuhan.

Kapolresta Banyuwangi, Rofiq Ripto Himawan, menjelaskan bahwa strategi tersebut menjadi kunci menjaga keseimbangan volume kendaraan yang masuk ke pelabuhan.

“Alhamdulillah, arus menuju ASDP Ketapang sudah kembali lancar. Fokus kami sekarang mempertahankan kondisi ini dengan mengatur ritme kendaraan besar melalui buffer zone Bulusan agar tidak terjadi penumpukan di badan jalan,” ujarnya.

Ia menegaskan, personel tetap disiagakan di titik penyekatan dan kantong parkir hingga situasi benar-benar pulih sepenuhnya. Polisi juga memastikan para sopir kendaraan besar mendapatkan pendampingan dan rasa aman selama menunggu giliran masuk pelabuhan.

Dampak Lonjakan Kendaraan Pasca-SKB

Sebelumnya, kemacetan parah sempat terjadi akibat lonjakan volume kendaraan, khususnya angkutan logistik dan pemudik tujuan Bali. Lonjakan ini dipicu berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas.

Antrean kendaraan bahkan sempat mencapai hampir 15 kilometer, membentang dari Pelabuhan Ketapang hingga wilayah Alasbuluh. Dalam kondisi puncak, pengendara harus menunggu hingga 5–6 jam untuk bisa masuk ke area pelabuhan.

Berbagai langkah cepat dilakukan aparat, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, hingga penguraian titik kemacetan secara intensif dan berkelanjutan.

32 Kapal Dioperasikan untuk Urai Antrean

Korsatpel BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menyebut penurunan kepadatan sudah terlihat sejak subuh. Hal itu berdampak langsung pada berkurangnya antrean kendaraan.

“Meski mulai landai, operasional kapal masih sangat padat. Saat ini ada 32 kapal yang dioperasikan untuk mengangkut kendaraan,” jelasnya.

Beberapa kapal besar, seperti KMP Prima Perkasa, tetap disiagakan hingga pertengahan April, meskipun untuk sementara dihentikan operasionalnya setelah digunakan secara intensif.

ASDP Percepat Layanan Penyeberangan

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan pihaknya terus mengoptimalkan layanan penyeberangan.

Menurutnya, seluruh dermaga dan armada dioperasikan maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah untuk mempercepat waktu bongkar muat kapal (turn around time).

“Kami fokus mempercepat ritme layanan agar antrean kendaraan segera berkurang dan arus kembali normal,” ujarnya.

Pengguna Jalan Diminta Tertib

ASDP juga mengingatkan pengguna jasa, khususnya dari arah utara, agar tidak melawan arus. Pelanggaran ini dinilai berpotensi memperparah kemacetan dan menghambat penanganan di lapangan.

Sinergi lintas sektor pun terus diperkuat. Ratusan personel gabungan dari TNI, termasuk Lanal Banyuwangi, Puslatpur Marinir Lampon, Kodim 0825, dan Yonarmed 8, turut membantu pengaturan lalu lintas.

Selain mengurai kemacetan, petugas juga membagikan minuman kepada pengemudi truk dan kendaraan pribadi yang mengantre menuju pelabuhan.

Dandim 0825 Banyuwangi, Triyadi Indrawijaya, menyebut tren penurunan volume kendaraan sudah mulai terlihat dan diharapkan kondisi segera pulih sepenuhnya. (rio/fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
buffer zone Bulusan arus mudik Bali Kemacetan Banyuwangi pelabuhan ketapang asdp ketapang