Banjir Terjang Donggala, 552 Rumah Terendam di Sirenja dan Balaesang, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 10:18 WIB
Banjir akibat hujan deras merendam 552 rumah di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Donggala. (Antara)
Banjir akibat hujan deras merendam 552 rumah di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Donggala. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4/2026) petang. Peristiwa ini menyebabkan ratusan rumah warga di Kecamatan Sirenja dan Balaesang terendam air akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur sejak siang hari.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyampaikan bahwa total rumah yang terdampak mencapai 552 unit.

“Rumah terendam itu mencapai 522 unit yang tersebar di sejumlah desa di Sirenja, sementara 30 rumah lainnya berada di Desa Labean, Kecamatan Balaesang,” ujarnya, dikutip Antara.

Di Kecamatan Sirenja, banjir melanda sedikitnya 10 desa. Desa Balentuma menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 177 rumah terendam. Disusul Desa Tompe dengan sekitar 150 rumah, serta beberapa desa lain seperti Dampal, Tanjung Padang, Lompio, dan Tondo.

Selain permukiman, banjir juga menggenangi fasilitas umum, termasuk SDN 3 Lende Tovea dan kantor desa setempat.

Sementara itu, di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Mapaga.

“Debit air Sungai Mapaga meningkat drastis, hingga meluap dan merendam permukiman warga di Dusun 7 Desa Labean,” kata Asbudianto.

Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 15.00 WITA, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Meski dampak material cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Data jumlah pengungsi hingga kini masih dalam proses pendataan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar,” ujar Asbudianto.

Warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops BPBD telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah dan aparat desa.

Sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain:

“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi guna langkah penanganan lanjutan,” kata Asbudianto.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan pihaknya segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengambil langkah cepat.

“Penggunaan alat berat di Sirenja penting dalam upaya normalisasi sungai sehingga ke depan tidak terjadi kembali banjir tersebut,” ujarnya.

Saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur membaik. Hujan telah berhenti dan genangan air perlahan surut dari permukiman warga. Meski demikian, tim gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali.

BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan guna memastikan seluruh dampak bencana dapat tertangani secara menyeluruh.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
sirenja balaesang banjir donggala bpbd