Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Sulawesi Tengah, Transportasi Lumpuh

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 10:14 WIB
Hujan lebat di Tojo Una-una picu banjir dan longsor yang merendam jalur trans Sulawesi. (Radar Palu)
Hujan lebat di Tojo Una-una menyebabkan banjir dan longsor yang merendam jalur Trans Sulawesi. (Radar Palu)

RADARBANYUWANGI.ID - Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4/2026), memicu banjir dan longsor yang berdampak pada akses transportasi utama antarwilayah.

Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 16.30 WITA di Desa Padang Pujiti, Kecamatan Ulubongka, tepatnya di perbatasan Kecamatan Ulubongka dan Kecamatan Tojo. Air meluap hingga menggenangi jalan trans yang menghubungkan Tojo Una-una dengan Kabupaten Poso.

Genangan air di jalur strategis tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan menghambat mobilitas masyarakat. Meski demikian, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan awal di lokasi.

“Tim di lapangan saat ini fokus melakukan assessment dan koordinasi untuk penanganan cepat, termasuk kebutuhan mendesak berupa pembersihan material sisa banjir,” ujarnya.

Hingga laporan terakhir, genangan air masih menutupi badan jalan dan belum sepenuhnya surut.

Selain banjir, hujan deras juga memicu longsor di jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Ampana dan Poso. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan di sedikitnya tiga titik, yakni di kawasan antara Padapu dan Bongka.

Akibatnya, jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dari dua arah hingga malam hari. Antrean kendaraan pun mengular panjang, sementara sebagian pengendara memilih berbalik arah demi keselamatan.

Seorang warga di lokasi menggambarkan situasi saat kejadian.

“Tanah dari tebing tiba-tiba runtuh dan menutup jalan. Saat itu kendaraan langsung berhenti karena tidak bisa lewat,” katanya.

Dalam insiden tersebut, sebuah mobil sempat terjebak di tengah material longsor sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dengan bantuan warga.

Hingga pukul 19.00 WITA, penanganan belum dilakukan secara maksimal karena alat berat belum tiba di lokasi. Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian bagi para pengguna jalan.

Menurut analisis sementara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.

Di antaranya adalah Southern Oscillation Index (SOI), gelombang Rossby ekuatorial, serta anomali suhu muka laut yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sulawesi Tengah.

“Selain itu, terdapat belokan angin di sebagian wilayah Sulawesi Tengah yang turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang,” tulis BMKG dalam analisisnya.

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca melalui sistem Meteorological Early Warning System (MEWS) pada pukul 14.00 hingga 17.00 WITA di hari yang sama.

Wilayah Tojo Una-una termasuk dalam kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan, khususnya pemulihan akses jalan yang menjadi jalur distribusi utama.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi kawasan rawan banjir dan longsor. Selain itu, warga diminta terus memantau informasi resmi cuaca dari BMKG melalui berbagai kanal.

Potensi hujan yang masih tinggi menjadi perhatian serius, mengingat kondisi tanah yang labil dapat memicu bencana susulan.

Upaya penanganan terus dilakukan agar akses vital tersebut dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lebih lama.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Radar Palu
sulawesi tengah banjir cuaca ekstrem longsor