Motis Lebaran 2026 Lampaui Target, DJKA Catat 12.419 Motor Diangkut dengan Kereta Api

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 19:03 WIB
Program Motis Lebaran 2026 mencatat realisasi 12.419 unit motor atau 104,36 persen dari target. (Antara)
Program Motis Lebaran 2026 mencatat realisasi 12.419 unit motor atau 104,36 persen dari target. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat realisasi program Motor Gratis (Motis) pada angkutan Lebaran 2026 melampaui target yang telah ditetapkan. Program ini berhasil mengangkut sebanyak 12.419 unit sepeda motor, atau mencapai 104,36 persen dari kuota awal sebanyak 11.900 unit.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan Motis sebagai alternatif mudik yang lebih aman.

“Alhamdulillah program Motis pada angkutan Lebaran 2026 ini disambut antusias oleh masyarakat dan berjalan dengan lancar,” ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026), dikutip Antara.

Program Motis sendiri dirancang untuk mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor di jalan raya, sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan dengan mengalihkan moda transportasi ke kereta api.

Tak hanya melampaui target, angka tersebut bahkan belum termasuk layanan contraflow yang turut mengangkut 1.304 unit sepeda motor di luar kuota awal. Hal ini semakin menegaskan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

“Realisasi tersebut belum termasuk dengan angkutan contraflow yang mencapai 1.304 unit motor yang tetap dilayani meski tidak masuk ke dalam target awal,” kata Arif.

Program Motis 2026 melayani tiga lintas utama, yakni Lintas Utara (Jakarta Gudang–Cepu), Lintas Tengah (Jakarta Gudang–Lempuyangan), dan Lintas Selatan (Jakarta Gudang–Madiun). Dengan jadwal keberangkatan yang teratur, masyarakat mendapatkan kepastian layanan, termasuk keberangkatan KA Motis Selatan pada pukul 04.50 WIB dari Jakarta Gudang.

Selain fokus pada capaian angka, DJKA juga menekankan kualitas pelayanan yang diberikan sejak tahap pendaftaran hingga penyerahan kendaraan di lokasi tujuan. Masa pendaftaran berlangsung pada 1–29 Maret 2026, dengan sistem yang mencakup layanan daring dan luring.

Ke depan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna meningkatkan kualitas program. Evaluasi tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, proses pendaftaran, verifikasi data, hingga pengangkutan dan distribusi motor.

“Masukan dari masyarakat menjadi perhatian utama kami untuk memastikan penyelenggaraan Motis ke depan semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan pengguna,” jelas Arif.

Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, operator, dan pemangku kepentingan lainnya, serta kepatuhan masyarakat dalam mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Secara historis, program Motis menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan sejak pertama kali diluncurkan. Dari hanya 827 unit pada 2013, jumlah angkutan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada 2019 dengan 19.141 unit sebelum pandemi COVID-19. Setelah sempat terhenti pada 2021, program ini kembali pulih dan mencatat realisasi 13.132 unit pada 2024.

“Sinergi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Motis tahun ini, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang lebih baik di masa mendatang,” pungkas Arif.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
lebaran motis motor Kereta Api DJKA