Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Mulai Normal, Antrean Kendaraan Masih Tersisa 12 Kilometer

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 22:28 WIB
RUGI WAKTU DAN BIAYA: Kru bus menunggu giliran masuk kapal sembari tidur-tiduran di dekat parkiran Pelabuhan ASDP ketapang, Selasa (31/3). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RUGI WAKTU DAN BIAYA: Kru bus menunggu giliran masuk kapal sembari tidur-tiduran di dekat parkiran Pelabuhan ASDP ketapang, Selasa (31/3). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi. Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat cukup panjang di jalur Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Selasa (31/3/2026).

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat puncak arus balik telah terjadi pada Minggu (29/3/2026) atau H+7 Lebaran, dengan jumlah penumpang menyeberang menuju Bali mencapai 56.300 orang.

Mayoritas pengguna jasa penyeberangan pada puncak arus balik tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, mengatakan kondisi lalu lintas kini berangsur membaik dibanding dua hari sebelumnya.

“Kami melihat puncak arus balik sudah lewat, namun antrean kendaraan masih tersisa sekitar 12 kilometer,” kata Arief, Selasa (31/3/2026).


Antrean Sempat Mencapai 14 Kilometer

Sebelumnya, kemacetan kendaraan menuju pelabuhan sempat mengular hingga 14 kilometer.

Panjang antrean tersebut menjadi salah satu yang terparah selama masa arus balik Lebaran tahun ini.

Namun, ASDP memastikan antrean perlahan mulai terurai seiring peningkatan kapasitas layanan dan percepatan bongkar muat kapal.

Menurut Arief, pihaknya terus mengintensifkan pengaturan operasional di lapangan dengan mengerahkan armada maksimal.

Saat ini, total 36 kapal dioperasikan untuk melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Kami juga fokus memastikan logistik tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Koordinasi intensif juga dilakukan bersama regulator, operator kapal, serta pihak kepolisian guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan mempercepat proses penyeberangan.


Lonjakan Truk Logistik Jadi Pemicu Antrean

ASDP menyebut salah satu faktor utama yang menyebabkan antrean panjang adalah meningkatnya jumlah kendaraan logistik setelah berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas.

Pembatasan tersebut sebelumnya diberlakukan pada 13–29 Maret 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mengurangi kepadatan saat arus mudik dan balik.

Setelah aturan itu berakhir, truk logistik kembali memadati pelabuhan.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengungkapkan lonjakan kendaraan logistik terjadi cukup signifikan.

“Pasca-berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” kata Yossianis.

Menurutnya, kepadatan tersebut masih dapat diatasi melalui pola layanan adaptif yang diterapkan secara cepat.


ASDP Terapkan Strategi Percepatan Layanan

Untuk mengurai antrean, ASDP bersama regulator dan operator kapal menerapkan sejumlah langkah strategis.

Salah satu langkah utama adalah optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).

Skema ini memungkinkan kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muat dan segera kembali berlayar tanpa waktu tunggu yang lama.

Selain itu, ASDP juga menambah jumlah trip penyeberangan serta memperkuat armada kapal bantuan.

“Agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” jelas Yossianis.

Pengendalian ritme kendaraan juga dilakukan melalui buffer zone untuk mengurangi penumpukan kendaraan di area pelabuhan utama.

Langkah ini dinilai cukup efektif dalam menjaga distribusi kendaraan agar tidak terjadi bottleneck.


10 Kapal Terapkan Pola TBB, 6 Kapal Bantuan Dikerahkan

Dari total 36 kapal yang beroperasi, sebanyak 10 kapal menerapkan pola TBB di Dermaga 4.

Pola ini difokuskan untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan penumpang.

Sementara itu, enam kapal perbantuan juga dikerahkan untuk memperkuat layanan penyeberangan.

Kapal bantuan tersebut meliputi:

Penambahan armada ini menjadi salah satu upaya ASDP dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya truk logistik dan sepeda motor.


Arus Balik Diperkirakan Terus Melandai

Dengan puncak arus balik yang disebut telah terlewati, ASDP memperkirakan kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk akan terus menurun dalam beberapa hari ke depan.

Meski begitu, pengguna jasa tetap diimbau memantau kondisi lalu lintas dan jadwal penyeberangan sebelum menuju pelabuhan.

Kondisi antrean yang masih tersisa di jalur Situbondo menuju Ketapang diperkirakan akan berangsur terurai seiring normalisasi lalu lintas logistik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Pelabuhan Ketapang macet arus balik Ketapang Gilimanuk 2026 antrean Ketapang Bali ASDP Ketapang Lebaran penyeberangan bali jawa