RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM). Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan II akan mulai dicairkan pada pekan kedua hingga pekan ketiga April 2026.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai melakukan koordinasi di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
“Mungkin nanti di atas tanggal 10-lah ya. Jadi minggu ketiga mungkin. Kita mulai minggu ketiga bulan April ini,” ujar Gus Ipul.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi angin segar bagi masyarakat yang menantikan pencairan bansos untuk periode triwulan kedua tahun ini.
Namun, berdasarkan pembaruan terbaru dari Kemensos, pencairan bahkan disebut bisa dimulai lebih cepat, yakni pekan kedua April, seiring percepatan pemutakhiran data penerima manfaat.
Tetap Disalurkan Lewat Himbara dan PT Pos
Gus Ipul menegaskan, skema penyaluran bansos masih menggunakan pola yang sama seperti sebelumnya.
Dana bantuan akan tetap disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, serta melalui PT Pos Indonesia.
“Sementara tetap ya skemanya. Jadi kita lewat Himbara dan lewat PT Pos, sementara seperti itu,” katanya.
Skema ini dinilai masih menjadi jalur paling efektif untuk menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah yang belum sepenuhnya terakses layanan perbankan.
Untuk penerima baru yang belum memiliki rekening bank, penyaluran sementara akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia sebelum proses pembukaan rekening kolektif dilakukan untuk pencairan berikutnya.
Data Penerima Mengacu Pembaruan Terbaru BPS
Mensos menekankan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan penyaluran bansos berbasis data terbaru agar lebih tepat sasaran.
Untuk itu, Kemensos telah berkoordinasi lebih awal dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Yang terpenting buat kami sekarang ini adalah bagaimana kami memperoleh data terbaru. Dan alhamdulillah dengan BPS, kami sudah mencoba melakukan koordinasi lebih awal,” ujarnya.
Sebelumnya, data KPM biasanya diterima pada tanggal 20 di awal triwulan.
Kini, data diperoleh lebih cepat, yakni setiap tanggal 10, sehingga proses pencairan dapat dilakukan lebih awal.
Diharapkan Persentase Penyaluran Meningkat
Dengan waktu penyaluran yang lebih panjang, pemerintah berharap distribusi bansos bisa semakin optimal.
Gus Ipul berharap persentase penyaluran kepada masyarakat penerima manfaat terus meningkat dibanding periode sebelumnya.
“Dengan waktu yang lebih banyak untuk penyaluran, kita harapkan persentase penyalurannya terus meningkat,” katanya.
Saat ini, alokasi bansos reguler masih tetap menyasar lebih dari 18 juta KPM di seluruh Indonesia, tanpa ada penambahan kuota hingga kebijakan stimulus baru diterbitkan pemerintah.
Masyarakat Diimbau Cek Rekening dan Data
Masyarakat penerima manfaat diimbau untuk mulai memantau rekening KKS atau informasi dari kantor pos setempat mulai pekan kedua April.
Selain itu, warga juga diminta memastikan data kependudukan dan status KPM telah sesuai agar proses pencairan tidak mengalami kendala. (*)
Editor : Ali Sodiqin