RADARBANYUWANGI.ID - Dunia penerbangan di Banyuwangi menunjukkan tren positif selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pergerakan penumpang di Bandara Banyuwangi tercatat mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung selama 18 hari, tercatat sebanyak 7.459 penumpang menggunakan layanan penerbangan. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.115 penumpang.
Pergerakan Pesawat Melonjak Hingga 44 Persen
General Manager Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menjelaskan bahwa periode angkutan Lebaran tahun ini berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Tak hanya jumlah penumpang yang meningkat, pergerakan pesawat juga mengalami lonjakan signifikan. Tercatat sebanyak 95 penerbangan beroperasi selama periode tersebut, naik 44 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya 66 penerbangan.
“Selama momen Lebaran 2026 ini pergerakan pesawat dan keterisian kargo juga meningkat,” ujarnya.
Kargo Ikut Meningkat 22,5 Persen
Selain penumpang dan penerbangan, sektor logistik melalui kargo udara juga menunjukkan pertumbuhan positif. Volume kargo yang diangkut selama periode Lebaran mencapai 4,3 ton, meningkat 22,5 persen dibanding tahun lalu yang hanya 3,5 ton.
Hal ini menandakan aktivitas distribusi barang melalui jalur udara di Banyuwangi semakin berkembang.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Holik memaparkan, puncak arus mudik terjadi pada Rabu (18/3) dengan lima penerbangan yang melayani 435 penumpang serta kargo seberat 1,023 ton.
Sementara itu, puncak arus balik berlangsung pada Minggu (29/3) dengan tujuh penerbangan yang mengangkut 634 penumpang dan 580 kilogram kargo.
Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini.
Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat
Menurut Holik, peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas penerbangan menjadi indikator membaiknya mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan bandara.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik di sisi udara maupun darat,” tambahnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Kelancaran Operasional
Lebih lanjut, Holik menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat dalam menjaga kelancaran dan keselamatan operasional bandara selama periode padat tersebut.
“Tanpa dukungan penuh dari semua pihak, operasional bandara yang aman, nyaman, dan tertib tidak akan dapat terwujud,” pungkasnya.
Dengan tren pertumbuhan yang positif ini, Bandara Banyuwangi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang transportasi udara di kawasan ujung timur Pulau Jawa. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin