RADARBANYUWANGI.ID - Berbagai inovasi pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi dari United Nations Development Programme (UNDP).
Bahkan, lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan sejumlah program inovatif Banyuwangi.
Ketertarikan tersebut mengemuka saat Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pant, berkunjung langsung ke Banyuwangi bersama tim dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
Bahas Kolaborasi di Pendapa Sabha Swagata
Pertemuan berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Selasa malam (31/3), di mana rombongan UNDP disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan Pemkab Banyuwangi. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pengembangan pertanian organik, hingga penguatan kelembagaan nelayan.
Selaras dengan Prioritas Global UNDP
Sujala Pant mengaku telah lama mendengar kiprah Banyuwangi sebagai daerah dengan banyak inovasi pembangunan yang selaras dengan prioritas nasional dan global.
Ia menilai, berbagai program yang dijalankan Pemkab Banyuwangi memiliki kesesuaian dengan fokus UNDP, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan.
“Saya melihat banyak peluang yang sangat berkaitan dengan prioritas UNDP di Banyuwangi, dan sejalan dengan visi Ibu Bupati untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.
Selain itu, Banyuwangi dinilai memiliki pengalaman kuat dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut menjadi nilai tambah dalam membuka peluang kolaborasi.
Dari Ekonomi Sirkular hingga Digitalisasi Bansos
Banyuwangi selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai program inovatif, mulai dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, penguatan ekonomi masyarakat, hingga transformasi digital.
Bahkan, daerah ini pernah dijadikan proyek percontohan nasional dalam digitalisasi bantuan sosial (bansos), yang menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan publik berbasis teknologi.
Menurut Sujala, berbagai program tersebut membuka peluang kolaborasi yang luas, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.
“Banyak yang nyambung antara prioritas UNDP dengan visi Banyuwangi, seperti pengembangan SDM berkelanjutan, peluang ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pemkab Banyuwangi Terbuka untuk Kolaborasi
Menanggapi hal tersebut, Bupati Ipuk menyambut positif rencana kolaborasi dengan UNDP. Ia menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi selama ini memang terbuka terhadap kerja sama lintas sektor.
“Kami sangat terbuka. Selama ini kami juga berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah,” ujarnya.
Program Unggulan Jadi Daya Tarik Dunia
Dalam pertemuan tersebut, Ipuk juga memaparkan sejumlah program unggulan, seperti Banyuwangi Hijau yang fokus pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, program UMKM Naik Kelas untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, hingga berbagai program penanganan kemiskinan berbasis partisipasi masyarakat.
Dengan berbagai capaian tersebut, Banyuwangi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan daerah berbasis inovasi yang bisa direplikasi di wilayah lain.
Kolaborasi dengan UNDP diharapkan mampu memperkuat program-program yang telah berjalan sekaligus membuka peluang baru dalam pembangunan berkelanjutan di Banyuwangi. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin