Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Macet Horor Ketapang Banyuwangi Belum Terurai, TNI AL dan Marinir Turun Tangan Atasi Antrean 11 Km

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 2 April 2026 | 06:00 WIB
Personel Marinir diterjunkan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Rabu (1/4). (Penlanal for Radar Banyuwangi)
Personel Marinir diterjunkan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Rabu (1/4). (Penlanal for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, belum juga terurai hingga H+11 Idul Fitri, Rabu (1/4). Antrean kendaraan, khususnya truk logistik, masih mengular hingga belasan kilometer.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mencapai perbatasan Desa Bengkak hingga Desa Bangsring dengan panjang sekitar 11 kilometer. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di wilayah Banyuwangi Utara lumpuh total dalam beberapa hari terakhir.

TNI AL dan Marinir Turun Tangan

Untuk mengurai kepadatan yang semakin parah, personel dari TNI Angkatan Laut dan Marinir diterjunkan langsung ke lapangan.

Pasukan dari Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) Lampon turut membantu mengatur lalu lintas di jalur strategis mulai dari kawasan pelabuhan hingga Watudodol.

Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, M Puji Santoso, bersama Komandan Puslatpurmar 7 Lampon, Donny Erfianto, bahkan turun langsung memimpin pengaturan di lapangan.

“Kami mendengar antrean sudah sampai Watudodol, kendaraan berjajar sampai tiga baris,” ujarnya.

Penataan Ulang Kendaraan Dilakukan

Dalam upaya mengurai kemacetan, petugas melakukan penataan ulang kendaraan yang sebelumnya tidak tertib.

Sejumlah sopir diminta merapikan posisi kendaraan agar kembali ke satu jalur. Petugas juga disebar di berbagai titik untuk memastikan antrean tidak semakin semrawut.

“Kita sebar anggota di beberapa titik untuk memastikan semua kendaraan bisa kembali di jalurnya, sehingga antrean tidak semakin lama,” imbuhnya.

Lonjakan Truk Logistik Jadi Pemicu

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan terjadi setelah berakhirnya masa pembatasan angkutan barang.

Menurutnya, aktivitas truk logistik kini kembali normal, sementara arus balik pemudik juga masih berlangsung sehingga memperparah kepadatan.

“Kemungkinan dua hari setelah selesai SKB, baru mulai menurun. Karena aktivitas truk sudah kembali normal dan jumlah pemudik yang kembali belum seluruhnya,” jelasnya.

Aktivitas Warga Terganggu

Kemacetan panjang tersebut mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat sekitar. Salah satunya dirasakan oleh Mila (26), yang kesulitan berangkat kerja akibat padatnya lalu lintas.

“Sudah tiga hari ini seperti ini, jangankan membawa mobil, membawa motor saja macet,” ungkapnya.

Kapasitas Pelabuhan Hampir Penuh

Korsatpel BPTD Wilker Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menyebut kepadatan didominasi kendaraan logistik, bus, dan kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Bali.

Ia mengungkapkan, tingkat keterisian area pelabuhan telah mencapai sekitar 95 persen.

“Kepadatan didominasi kendaraan logistik dan kendaraan pribadi yang menunggu giliran masuk ke area pelabuhan,” katanya.

33 Kapal Dioperasikan, Sistem TBB Diterapkan

Untuk mengurai kepadatan, pihak regulator telah mengoperasikan sebanyak 33 kapal dengan pola delapan trip. Selain itu, sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) juga diberlakukan di sejumlah dermaga strategis.

Upaya tersebut dilakukan di Dermaga MB IV, LCM, hingga Dermaga Bulusan guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

Meski demikian, Bayu menilai kapasitas infrastruktur saat ini sudah mendekati batas maksimal.

“Sepertinya memang sudah saatnya dilakukan penambahan dermaga. Karena dari sisi operasional, kami sudah melakukan berbagai upaya secara optimal,” tegasnya.

Perlu Solusi Jangka Panjang

Kemacetan panjang yang terjadi berulang setiap musim mudik dan arus balik menjadi sinyal perlunya solusi jangka panjang.

Selain pengaturan lalu lintas, peningkatan kapasitas pelabuhan dan manajemen distribusi logistik dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Hingga kini, petugas gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk memastikan arus kendaraan dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#macet Ketapang Banyuwangi #TNI AL Marinir #arus mudik Bali #pelabuhan ketapang #antrean truk