Hoaks Harga BBM Naik Viral di Medsos, Pertamina dan Pemerintah Pastikan Pertamax Belum Naik

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 | 11:43 WIB
Wiral isu harga BBM naik dipastikan hoaks, ini klarifikasi resmi pemerintah. (Sumber foto: X @MurtadhaOne1)
Wiral isu harga BBM naik dipastikan hoaks, ini klarifikasi resmi pemerintah. (Sumber foto: X @MurtadhaOne1)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Informasi yang viral menyebut harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan melonjak drastis hingga menyentuh angka fantastis, bahkan beredar pula isu bahwa BBM subsidi akan naik hingga Rp16.000 per liter.

Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan sebagai hoaks atau berita tidak benar yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Isu ini memicu keresahan publik karena muncul di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap gejolak harga minyak dunia. Sejumlah unggahan di media sosial bahkan menyebut harga Pertamax akan naik hingga Rp17.850 per liter mulai April 2026.

Meski begitu, pihak PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari sumber resmi perusahaan.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Pernyataan ini sekaligus membantah informasi yang menyebut harga BBM naik secara tiba-tiba tanpa pengumuman resmi.


Pertamina Tegaskan Belum Ada Kenaikan

Pihak Pertamina menegaskan bahwa belum ada kebijakan resmi terkait kenaikan harga Pertamax maupun jenis BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Informasi mengenai harga yang beredar di media sosial disebut hanya berupa simulasi atau proyeksi, bukan keputusan resmi.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar global, termasuk harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Namun, perubahan harga selalu dilakukan secara berkala dan diumumkan secara resmi melalui kanal perusahaan.

Dengan demikian, narasi yang menyebut lonjakan harga secara mendadak tanpa pengumuman resmi adalah tidak benar.

Bahkan berdasarkan data terbaru, harga BBM di berbagai SPBU Pertamina pada pekan terakhir Maret 2026 masih stabil dan belum mengalami perubahan.


Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Aman

Selain isu kenaikan BBM nonsubsidi, beredar pula kabar bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dalam waktu dekat.

Informasi ini juga telah diklarifikasi dan dinyatakan sebagai berita palsu.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik, setidaknya dalam waktu dekat.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan terkait BBM subsidi tidak bisa diputuskan secara sepihak atau mendadak karena harus melalui proses evaluasi panjang dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan sampai Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa,” kata Bahlil dalam pernyataan resminya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa isu kenaikan BBM subsidi hingga Rp16.000 per liter adalah tidak valid.


Ciri-Ciri Informasi Hoaks yang Perlu Diwaspadai

Agar tidak mudah terpengaruh berita palsu, masyarakat perlu mengenali ciri-ciri umum hoaks, antara lain:

Memahami ciri-ciri ini sangat penting agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang salah.


Dampak Negatif Hoaks Harga BBM

Penyebaran hoaks terkait harga BBM dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti:

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi seperti situs Pertamina, Kementerian ESDM, atau media terpercaya.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Pertamax naik hoaks BBM BBM Subsidi bahlil lahadalia harga bbm naik