Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arus Balik Lebaran 2026 Belum Usai, Antrean Kendaraan ke Pelabuhan Ketapang Mengular hingga Bangsring

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 31 Maret 2026 | 06:30 WIB
MEMBELUDAK: Ratusan sepeda motor diangkut kapal menuju pelabuhan Gilimanuk. Total kendaraan yang menyeberang saat arus mudik mencapai sekitar 155 ribu unit. (Purnomo for Radar Banyuwangi)
MEMBELUDAK: Ratusan sepeda motor diangkut kapal menuju pelabuhan Gilimanuk. Total kendaraan yang menyeberang saat arus mudik mencapai sekitar 155 ribu unit. (Purnomo for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik Lebaran 2026 di Banyuwangi masih menunjukkan intensitas tinggi. Antrean kendaraan dari arah Surabaya menuju Pelabuhan ASDP Ketapang pada Senin (30/3) terpantau padat, bahkan mengular hingga belasan kilometer.

Berdasarkan pantauan di lapangan, panjang antrean kendaraan mencapai sekitar 11 kilometer. Ekor kemacetan terdeteksi hingga perbatasan Desa Bengkak dan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

 Kepadatan ini dipicu masih tingginya mobilitas pemudik yang kembali ke Bali, serta berakhirnya pembatasan kendaraan sumbu tiga pada Minggu (29/3) malam.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, membenarkan adanya lonjakan volume kendaraan dalam dua hari terakhir.

Menurutnya, kendaraan yang menyeberang tidak hanya didominasi truk logistik, tetapi juga kendaraan pribadi, bus, hingga sepeda motor.

“Dari hasil tinjauan kami, kendaraan yang melintas tidak hanya pemudik, tetapi juga wisatawan dan angkutan logistik,” ujarnya.

Arief menjelaskan, saat ini komposisi kendaraan relatif seimbang. Tidak ada lagi dominasi satu jenis kendaraan tertentu seperti pada masa pembatasan sebelumnya.

Menariknya, kepadatan justru tidak terjadi di dalam area pelabuhan. Bahkan, kondisi di dalam pelabuhan sempat relatif lengang, sementara antrean panjang mengular di luar kawasan.

“Setelah kami telusuri, kemacetan terjadi di beberapa titik simpul jalan menuju pelabuhan. Ada pertigaan dan jalur lingkar yang membuat arus kendaraan tersendat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemacetan bersifat menyebar di sejumlah titik, bukan menumpuk dalam satu ruas panjang secara merata. Hal ini membuat kendaraan tidak bisa segera masuk ke area pelabuhan meski kapasitas penyeberangan masih tersedia.

Untuk mengurai kepadatan, ASDP menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas dan distribusi kendaraan. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi buffer zone di kawasan Bulusan.

Truk logistik yang masuk ke buffer zone tersebut dibagi ke dalam dua skema. Sebagian diberangkatkan langsung dari Bulusan menggunakan kapal yang bersandar di lokasi, termasuk armada besar seperti Portlink. Sementara sisanya dialirkan ke Pelabuhan Ketapang untuk dilayani kapal jenis LCM.

“Pembagian ini dilakukan agar arus kendaraan tidak menumpuk di satu titik dan proses penyeberangan tetap berjalan lancar,” tegas Arief.

Berdasarkan data ASDP, total kendaraan yang menyeberang selama arus mudik mencapai sekitar 155 ribu unit. Hingga Senin pagi pukul 08.00 WIB, sebanyak 104 ribu kendaraan telah kembali ke Bali.

“Artinya masih ada sekitar 33 persen kendaraan yang belum kembali,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, ASDP memprediksi volume arus balik tahun ini berpotensi melampaui capaian tahun sebelumnya. Pasalnya, hingga saat ini pergerakan kendaraan masih tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan signifikan.

Untuk mendukung kelancaran layanan, sebanyak 35 kapal dioperasikan di lintasan penyeberangan Jawa–Bali. Skema trip by trip atau tiba bongkar berangkat (TBB) diterapkan di sejumlah dermaga, terutama di kawasan Bulusan dan Dermaga 4.

Namun, untuk beberapa dermaga lain seperti Dermaga 3 dan kapal jenis LCM, penerapan TBB dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi di Pelabuhan Gilimanuk.

“Kalau dipaksakan TBB penuh, dikhawatirkan terjadi kepadatan di Gilimanuk. Jadi kami sesuaikan secara situasional,” imbuhnya.

Meski secara total antrean kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer pada sore hari, Arief menegaskan bahwa kepadatan tersebut tidak merata di satu titik.

“Kalau ditotal memang sekitar lima kilometer, tetapi tersebar di beberapa simpul seperti pertigaan dan bundaran. Sementara di depan pelabuhan justru relatif lancar,” pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran 2026 di Banyuwangi masih berlangsung dinamis. Pengguna jasa penyeberangan pun diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memantau kondisi lalu lintas sebelum menuju pelabuhan. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#arus balik Banyuwangi 2026 #Pelabuhan Ketapang macet #antrean Bangsring #penyeberangan bali jawa #asdp ketapang #mudik lebaran