Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arus Balik Ketapang Banyuwangi Belum Usai, Baru 52 Persen Pemudik Kembali ke Bali

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 30 Maret 2026 | 07:00 WIB
Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi
PERJALANAN BALIK: Ratusan pengendara sepeda motor antre masuk Pelabuhan Ketapang, Minggu (29/3).
Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi PERJALANAN BALIK: Ratusan pengendara sepeda motor antre masuk Pelabuhan Ketapang, Minggu (29/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan ASDP Ketapang masih berlangsung padat. Hingga puncak arus balik pada Minggu (29/3), baru sekitar 52 persen pemudik yang berhasil diseberangkan menuju Bali.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menyebutkan bahwa pergerakan kendaraan masih tinggi, terutama dari pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.

“Sekitar 52 persen pemudik sudah kembali ke Bali sejak H+1 hingga H+8. Sisanya, sekitar 48 persen masih belum,” ujarnya.

Kepadatan kendaraan terlihat di sepanjang jalur menuju pelabuhan yang berada di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Antrean panjang terjadi di dua sisi jalan, baik dari arah utara maupun selatan.

Dari sisi utara, antrean kendaraan—terutama truk dan roda dua—mengular hingga kurang lebih empat kilometer sampai jembatan timbang Ketapang.

Sementara dari sisi selatan, kepadatan terpantau mulai dari kawasan SPBU Farly hingga SPBU Klatak.

Salah satu pengemudi, Agam, 31, asal Yogyakarta, mengaku membutuhkan waktu hingga dua jam hanya untuk mencapai area pelabuhan dari titik kemacetan di sisi selatan.

“Kalau sudah masuk pelabuhan tidak lama, kurang dari satu jam sudah bisa masuk kapal. Yang padat justru di luar,” katanya.

Di dalam area pelabuhan, kendaraan roda dua mendominasi antrean. Untuk mengurai kepadatan, sejumlah kapal yang bersandar di dermaga ponton seperti KMP Potre Koneng dan KMP Prathita dioptimalkan untuk mengangkut sepeda motor.

Arief menjelaskan, meskipun puncak arus balik secara kalender telah terlewati, pihaknya tetap memperpanjang masa siaga hingga beberapa hari ke depan.

“Kami kemungkinan siaga sampai 5 April. Karena 3 April ada libur nasional, jadi kami antisipasi lonjakan susulan,” jelasnya.

Selama puncak arus balik, sebanyak 33 kapal dioperasikan, dengan 18 di antaranya menggunakan skema tiba bongkar berangkat (TBB).

Sistem ini memungkinkan kapal langsung berangkat kembali setelah menurunkan muatan tanpa menunggu antrean panjang.

Selain itu, dua kapal besar tambahan juga dikerahkan untuk memperkuat kapasitas layanan penyeberangan.

“Seluruh fasilitas pelabuhan masih terkendali. Kami bersama regulator, kepolisian, dan stakeholder terus berupaya memperlancar arus penyeberangan,” tegas Arief.

Di sisi lain, kendaraan logistik juga terus berdatangan sejak Sabtu malam (28/3). Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah buffer zone telah diaktifkan di berbagai titik strategis, seperti Dermaga Bulusan, Terminal Sritanjung, Gudang Pusri, hingga Pelabuhan Tanjung Wangi.

Namun, tingginya volume kendaraan yang masuk membuat antrean tetap panjang. ASDP sebelumnya memang telah memprediksi lonjakan signifikan pada akhir masa arus balik.

Untuk mempercepat pergerakan kendaraan, enam dermaga di sisi Ketapang diberlakukan sistem TBB. Rinciannya meliputi tiga dermaga LCM, Dermaga MB IV, serta dua dermaga di Bulusan.

Bahkan, kapal besar Portlink VII juga disiagakan di Bulusan untuk memprioritaskan pengangkutan kendaraan logistik.

Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP berharap kepadatan arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat segera terurai, meski gelombang pemudik yang kembali ke Bali diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kemacetan Ketapang #arus balik Ketapang Banyuwangi #buffer zone Ketapang #kapal TBB #penyeberangan bali jawa #asdp ketapang