Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atasi Macet Ketapang–Gilimanuk, Gapasdap Desak Tambah 3 Pasang Dermaga Baru

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 30 Maret 2026 | 04:38 WIB
MASALAH KLASIK: Kendaraan besar terjebak kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, pada puncak arus balik Lebaran, Minggu (29/3). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MASALAH KLASIK: Kendaraan besar terjebak kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, pada puncak arus balik Lebaran, Minggu (29/3). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kepadatan ekstrem di lintasan penyeberangan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, saat arus mudik dan balik Lebaran kembali menjadi sorotan. 

Para pengusaha kapal mendesak solusi permanen berupa penambahan infrastruktur dermaga untuk mengurai antrean panjang yang kerap terjadi.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa akar persoalan bukan terletak pada jumlah kapal, melainkan keterbatasan dermaga.

Menurutnya, penambahan kapal tidak akan efektif jika kapasitas sandar di pelabuhan masih terbatas.

Bahkan, ia berani menjamin kemacetan tidak akan terulang jika pemerintah membangun tambahan dermaga.

“Kami berani menjamin, jika ada tiga pasang dermaga baru, kemacetan seperti saat Lebaran ini tidak akan terjadi. Saat ini banyak kapal tidak bisa beroperasi karena keterbatasan dermaga,” tegasnya.

Khoiri menjelaskan, selama ini sejumlah kapal terpaksa tidak beroperasi optimal karena antrean sandar yang panjang.

Kondisi ini diperparah dengan skema tiba bongkar muat (TBB) yang membuat kapal kerap berlayar tanpa muatan demi mengejar jadwal operasional.

“Kalau sudah macet seperti ini, kami tidak bicara keuntungan lagi. Ini lebih ke pengabdian. Tapi tetap harus ada solusi jangka panjang,” ujarnya.

Antrean kendaraan yang sempat mengular hingga puluhan kilometer menjadi bukti bahwa sistem penyeberangan di jalur strategis Jawa–Bali membutuhkan pembenahan serius, terutama pada aspek infrastruktur pelabuhan.

Gapasdap pun mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan minimal tiga pasang dermaga baru di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dengan tambahan tersebut, kapasitas sandar kapal diyakini akan meningkat signifikan.

Dampaknya, frekuensi perjalanan kapal atau trip bisa dimaksimalkan. Dalam kondisi normal, satu kapal idealnya mampu melayani hingga delapan kali perjalanan pulang-pergi (round trip) per hari.

Jika dikalikan dengan jumlah kapal yang tersedia, potensi layanan bisa mencapai ratusan trip setiap hari.

“Kalau dermaga ditambah, kapasitas langsung naik. Kapal bisa beroperasi maksimal, antrean otomatis berkurang,” jelas Khoiri.

Selain pembangunan dermaga, Gapasdap juga mendorong optimalisasi ukuran kapal.

Namun, peningkatan kapasitas kapal harus tetap mempertimbangkan kondisi dermaga dan panjang lintasan agar tidak menimbulkan kendala manuver saat bersandar.

Dari sisi kesiapan, Gapasdap memastikan pihaknya siap mendukung penuh kebijakan pemerintah.

Bahkan, saat ini terdapat puluhan kapal yang belum dioperasikan dan siap digunakan jika infrastruktur pendukung telah memadai.

“Kami menjamin, kalau dermaga ditambah, tahun depan tidak akan ada lagi kekurangan kapasitas. Tinggal bagaimana infrastruktur disiapkan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak ASDP Indonesia Ferry menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan di lintasan penyeberangan tersebut.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan peningkatan kualitas dermaga di Ketapang, khususnya dermaga ponton yang akan di-upgrade menjadi dermaga moveable bridge (MB).

Selain itu, akses dari Dermaga Bulusan juga akan disambungkan dengan pelabuhan LCM, baik melalui pembangunan jembatan maupun jalan tembus langsung.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran distribusi kendaraan, khususnya kendaraan besar.

“Dermaga ponton akan kami upgrade menjadi dermaga MB. Target tahun ini selesai, sehingga bisa digunakan untuk kendaraan dengan kapasitas lebih besar,” ujarnya.

Dengan berbagai rencana pengembangan tersebut, diharapkan permasalahan klasik berupa antrean panjang di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dapat segera teratasi secara menyeluruh. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Ketapang Gilimanuk macet #dermaga baru ASDP #infrastruktur pelabuhan #arus Lebaran #penyeberangan Banyuwangi Bali #gapasdap