RADARBANYUWANGI.ID - Kabar duka menyelimuti dunia pertahanan dan akademik Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Jakarta dalam usia 84 tahun.
Jenazah almarhum disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada Minggu pagi sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa jenazah tiba sekitar pukul 08.00 WIB dan disemayamkan di Ruang Hening hingga pukul 11.00 WIB.
“Apabila akan ada tokoh nasional yang akan hadir, takziah dan sebagainya, dipersilakan,” ujarnya.
Prosesi pelepasan jenazah kemudian dipimpin Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, sebelum diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.
Akademisi Kelas Dunia dari Ciamis
Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942. Ia dikenal luas sebagai akademisi dengan latar belakang pendidikan internasional yang kuat.
Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi ke University of California Berkeley untuk meraih gelar magister, dan meraih gelar doktor dari London School of Economics.
Karier akademiknya pun cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Dekan FISIP UI dan menjadi Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional. Bahkan, Juwono juga pernah mengajar di Columbia University.
Menteri di Era Banyak Presiden
Karier Juwono di pemerintahan terbilang panjang dan lintas rezim. Ia dipercaya menjabat berbagai posisi strategis di bawah sejumlah presiden Indonesia.
Pada era Soeharto, ia menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada 1998.
Kemudian di masa B. J. Habibie, ia dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1998–1999).
Saat pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan (1999–2000).
Ia kemudian kembali dipercaya menjadi Menteri Pertahanan pada era Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004–2009.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Inggris pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Menhan Sipil Pertama yang Berpengaruh
Salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya adalah menjadi Menteri Pertahanan dari kalangan sipil pertama setelah puluhan tahun posisi tersebut didominasi militer.
Peran ini dinilai membawa perubahan besar dalam pendekatan pertahanan Indonesia, terutama dalam penguatan aspek intelektual dan profesionalisme di tubuh militer.
Mantan Kepala BIN, A. M. Hendropriyono, mengenang Juwono sebagai sosok yang sangat berpengaruh.
“Beliau adalah menteri pertama yang berlatar belakang sipil murni menjadi Menteri Pertahanan. Banyak membawa perubahan, terutama dalam pengembangan intelektual di kalangan militer,” ujarnya.
Menurut Hendropriyono, Juwono juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan militansi tinggi meski berasal dari kalangan sipil.
Warisan Pemikiran dan Keteladanan
Selain dikenal sebagai pejabat negara, Juwono juga merupakan pemikir di bidang hubungan internasional yang dihormati.
Ia aktif menulis, mengajar, serta membimbing generasi muda di dunia akademik.
Ia juga berasal dari keluarga tokoh nasional. Ayahnya, Sudarsono, merupakan salah satu menteri pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Warisan pemikiran Juwono dinilai masih relevan hingga saat ini, terutama dalam pengembangan strategi pertahanan berbasis ilmu pengetahuan dan diplomasi.
Kehilangan Besar bagi Indonesia
Kepergian Juwono Sudarsono menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia pertahanan, tetapi juga pendidikan dan diplomasi Indonesia.
Ia dikenang sebagai:
-
Menteri Pertahanan sipil pertama
-
Akademisi berkelas internasional
-
Tokoh yang dipercaya lintas pemerintahan
Dedikasi panjangnya mencerminkan komitmen terhadap bangsa, baik melalui jalur birokrasi maupun dunia akademik.
Dengan segala kontribusinya, nama Juwono Sudarsono akan selalu tercatat dalam sejarah sebagai salah satu arsitek penting dalam pembangunan sektor pertahanan modern Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin