Pemko Palangka Raya Tunggu Juknis CPNS 2026, Prioritaskan Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 29 Maret 2026 | 08:18 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman. (palangkaraya.go.id)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman. (palangkaraya.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah maupun waktu pembukaan formasi CPNS di daerah tersebut.

“Terkait seleksi CPNS tahun ini, Pemko Palangka Raya masih menunggu arahan dari pusat, karena memang harus dibuka secara nasional. Saat ini kami masih menyusun kebutuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Susun Kebutuhan Pegawai Secara Matang

Fauzi menjelaskan, penyusunan kebutuhan pegawai dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis. Salah satu faktor utama adalah kemampuan keuangan daerah dalam menanggung belanja pegawai.

Menurutnya, hal tersebut menjadi penting agar rekrutmen ASN tetap sejalan dengan kondisi fiskal daerah.

“Kalau dibebankan ke daerah tentu harus disesuaikan. Namun jika dari pusat yang mengalokasikan, berapapun yang diberikan kita siap,” tambahnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan formasi yang diajukan benar-benar realistis dan tidak membebani anggaran daerah di masa mendatang.

Prioritas Nasional: Guru dan Tenaga Kesehatan

Lebih lanjut, Fauzi menyampaikan bahwa berdasarkan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, formasi CPNS 2026 secara nasional masih difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Kebutuhan tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

“Surat dari Menpan-RB mensyaratkan bahwa prioritas utama adalah tenaga guru dan kesehatan. Selain itu, ada beberapa formasi lain yang sebenarnya juga bisa dibuka,” jelasnya.

Formasi Lain Tetap Disesuaikan Kebutuhan Daerah

Meski ada prioritas nasional, Pemko Palangka Raya tetap membuka peluang pengajuan formasi di luar sektor tersebut. Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah.

Fauzi menegaskan bahwa pembukaan formasi tambahan harus mampu mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perlu juga dilihat kebutuhan lain yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga formasi yang dibuka benar-benar tepat sasaran,” tutupnya.

Menunggu Keputusan Pusat

Hingga saat ini, seluruh pemerintah daerah masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait jadwal dan mekanisme seleksi CPNS 2026.

Dengan proses perencanaan yang masih berjalan, masyarakat diharapkan bersabar sekaligus mempersiapkan diri menghadapi peluang seleksi ASN yang diperkirakan tetap menjadi salah satu jalur utama karier di sektor pemerintahan.

Ke depan, rekrutmen CPNS diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik di daerah, termasuk di Kota Palangka Raya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : palangkaraya.go.id
CPNS 2026 Palangka Raya BKPSDM Palangka Raya tenaga kesehatan CPNS guru CPNS Formasi CPNS 2026 kemenpan rb seleksi asn 2026