Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puncak Arus Balik Idul Fitri, Pelabuhan Ketapang Dipadati Ribuan Kendaraan Menuju Bali

M Ksatria Raya • Minggu, 29 Maret 2026 | 03:40 WIB
PUNCAK ARUS BALIK: Antrean kendaraan memenuhi area Pelabuhan Ketapang sejak pagi hingga sore. Kendaraan antre di parkiran sembari menunggu giliran masuk kapal, Sabtu (28/3). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
PUNCAK ARUS BALIK: Antrean kendaraan memenuhi area Pelabuhan Ketapang sejak pagi hingga sore. Kendaraan antre di parkiran sembari menunggu giliran masuk kapal, Sabtu (28/3). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terpantau mengalami lonjakan signifikan, Sabtu (28/3). Ribuan kendaraan memadati kawasan pelabuhan untuk menyeberang menuju Bali.

Kepadatan didominasi kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. Para pemudik yang sebelumnya pulang ke kampung halaman di wilayah Jawa kini mulai kembali ke Bali untuk beraktivitas seperti biasa.

Lonjakan ini sesuai dengan prediksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang memperkirakan puncak arus balik terjadi pada Jumat (28/3) hingga Sabtu (29/3).

Antrean Mengular Sejak Pagi

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan sudah terlihat sejak pagi hari dan terus berlangsung hingga sore. Kendaraan tampak mengular di sejumlah dermaga untuk menunggu giliran naik kapal.

Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas menuju pelabuhan masih terpantau lancar. Tidak terlihat adanya penumpukan panjang di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan arus balik dengan berbagai skema operasional.

“Seluruh pengaturan kendaraan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone serta manajemen lalu lintas yang diperkuat. Kami juga menjalankan skema operasional secara adaptif agar arus tetap mengalir,” ujarnya.

Data Penyeberangan Alami Penurunan

Berdasarkan data Posko Pelabuhan Ketapang pada Jumat (27/3), jumlah perjalanan kapal tercatat mencapai 215 trip. Dari sisi penumpang, tercatat sebanyak 43.052 orang menyeberang dari Jawa ke Bali.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 57.452 orang.

Penurunan juga terjadi pada kendaraan roda dua yang tercatat sebanyak 7.289 unit atau turun 34,1 persen dari tahun lalu sebanyak 11.064 unit. Sementara kendaraan roda empat mencapai 4.507 unit, turun 29,6 persen dibandingkan 6.404 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, tren berbeda justru terlihat pada kendaraan angkutan barang. Jumlah truk yang menyeberang mengalami kenaikan signifikan menjadi 1.537 unit atau naik 65,4 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 929 unit.

Sedangkan jumlah bus tercatat sebanyak 327 unit atau turun tipis 3,3 persen dari 338 unit pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang pada H+5 mencapai 13.660 unit atau turun 27,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 18.735 unit.

Data Kumulatif Tetap Tinggi

Untuk periode kumulatif sejak H-10 hingga H+5, total penumpang yang menyeberang dari Ketapang ke Bali mencapai 462.632 orang. Angka ini turun 3,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 477.555 orang.

Sementara total kendaraan tercatat sebanyak 119.475 unit atau turun tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 120.623 unit.

Pemudik Pilih Kembali Lebih Awal

Salah satu pemudik, Dwinardi, 25, warga Kecamatan Licin, mengaku sengaja kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan yang lebih tinggi.

“Saya berangkat hari ini karena Senin sudah mulai kerja lagi di Denpasar. Kemarin pulang kampung sekitar seminggu,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan sebagian masyarakat memilih kembali sebelum puncak arus balik benar-benar mencapai titik tertinggi.

30 Kapal Dioperasikan, Skema TTB Diterapkan

Sementara itu, Korsatpel Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu sore, sekitar 30 kapal dioperasikan untuk melayani penyeberangan.

Selain itu, diterapkan pula skema tiba bongkar berangkat (TTB) guna mempercepat proses layanan di pelabuhan.

“Untuk sementara ada 30 kapal yang beroperasi. Skema TTB diterapkan di Dermaga Movable Bridge (MB) empat,” jelasnya.

Antisipasi Puncak Arus Balik

Dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal selama puncak arus balik Idul Fitri.

Koordinasi lintas sektor, pengaturan kendaraan yang disiplin, serta optimalisasi armada kapal menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di salah satu jalur tersibuk di Indonesia tersebut.

Meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu, intensitas kendaraan yang melintas tetap tinggi, terutama kendaraan pribadi yang mendominasi arus balik menuju Bali. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#arus balik Ketapang #arus balik Idul Fitri #antrean kendaraan #Penyeberangan Jawa Bali #pelabuhan ketapang #asdp ketapang #Mudik 2026