Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Perantau Ikuti Balik Rantau Gratis 2026, Dorong Ekonomi dan Keselamatan Perjalanan

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:55 WIB
Program Balik Rantau Gratis 2026 Jawa Tengah. (Pemprov Jateng)
Program Balik Rantau Gratis 2026 Jawa Tengah. (Pemprov Jateng)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan Program Balik Rantau Gratis 2026 sebagai upaya meringankan beban pekerja perantau sekaligus memastikan arus balik Lebaran berjalan aman, tertib, dan terkoordinasi.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan menyeluruh, tidak hanya saat arus mudik tetapi juga ketika masyarakat kembali ke tempat kerja.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pekerja sektor informal.

“Program ini merupakan bentuk kehadiran negara, tidak hanya saat mudik tetapi juga saat balik, dengan tujuan meringankan beban masyarakat,” ujarnya saat pelepasan armada secara hibrida di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/3/2026), dikutip Antara.

Program ini menyasar berbagai kalangan pekerja informal seperti pedagang, buruh pabrik, hingga pengemudi ojek daring. Mereka difasilitasi untuk kembali ke kota perantauan tanpa harus terbebani biaya transportasi yang kerap meningkat pada musim arus balik.

Selain meringankan beban ekonomi individu, program ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Para perantau yang pulang kampung membawa hasil kerja mereka, yang kemudian dibelanjakan di daerah asal. “Ini satu sisi bisa meringankan beban masyarakat, di sisi lain perekonomian di Jawa Tengah juga akan berkembang,” kata Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengaturan perjalanan secara kolektif melalui program ini turut membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan. Arus kendaraan menjadi lebih terpantau dan terkonsentrasi, sehingga titik rawan kemacetan dapat diminimalkan.

Gubernur juga berpesan kepada para perantau agar menjaga sikap dan nilai-nilai yang mencerminkan identitas masyarakat Jawa Tengah saat kembali bekerja. “Jaga marwah Jawa Tengah sebagai pekerja keras, sopan dan toleran, serta ingat keluarga di kampung halaman selalu menunggu untuk kembali bersilaturahmi,” pesannya.

Sementara itu, di Kabupaten Banyumas, pelaksanaan program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan bahwa keberangkatan armada dari Terminal Bus Bulupitu Purwokerto berjalan lancar dan melibatkan wilayah aglomerasi.

“Alhamdulillah hari ini diberangkatkan dari Terminal Bulupitu, tidak hanya dari Banyumas, juga wilayah aglomerasi seperti Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen dan Cilacap,” ujarnya.

Sebanyak 21 bus diberangkatkan dengan total 1.047 penumpang. Khusus dari Banyumas, disediakan enam bus yang terdiri dari dua unit milik pemerintah daerah dan empat unit dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sadewo menambahkan bahwa program ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas karena perjalanan dilakukan secara terorganisir.

“Kalau ada bus yang disediakan pemerintah, tentu lalu lintas bisa berkurang kepadatannya, kemudian perjalanan juga lebih aman dan nyaman. Yang penting mereka gratis,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan alternatif moda transportasi berupa kereta api dalam program ini, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan.

Dari sisi pengamanan, Kepala Kepolisian Resor Kota Banyumas, Komisaris Besar Polisi Petrus P. Silalahi, memastikan bahwa arus balik berjalan lancar dan aman. Mayoritas bus diberangkatkan menuju Jakarta, sementara sebagian lainnya menuju Bandung.

“Kami melakukan pengamanan dan pengaturan untuk mempercepat arus, supaya tidak ada kendala, serta memastikan para pemudik aman dan nyaman selama perjalanan,” ujarnya.

Program Balik Rantau Gratis 2026 diharapkan terus berlanjut dan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#balik rantau gratis 2026