Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ombudsman Sumbar Soroti Eskalator Mati dan Kebersihan BIM, PT KAI dan Angkasa Pura Diminta Segera Benahi Layanan Publik

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:42 WIB
Ombudsman Sumbar menyoroti layanan di Bandara Internasional Minangkabau. (JawaPos.com)
Ombudsman Sumbar menyoroti layanan di Bandara Internasional Minangkabau. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat meminta PT Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk segera mengoptimalkan pelayanan dan fasilitas publik di kawasan bandara.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah persoalan saat melakukan peninjauan langsung di BIM, Sabtu (28/3/2026), di Padang.

“Ada beberapa temuan Ombudsman terkait kurang optimalnya pelayanan publik di dalam area Bandara Internasional Minangkabau,” ujar Adel, dikutip Antara.

Salah satu temuan utama adalah tidak berfungsinya eskalator di jembatan penyeberangan orang (skybridge) yang menghubungkan bandara dengan stasiun kereta api. Bahkan, eskalator untuk naik dilaporkan sengaja dimatikan dan hanya diaktifkan ketika ada calon penumpang.

Menurut keterangan dari pihak Angkasa Pura BIM kepada Ombudsman, pengelolaan fasilitas tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab bersama dengan PT KAI. Hal ini karena eskalator dan skybridge merupakan fasilitas penunjang bagi pengguna jasa kereta api.

Namun, hingga kini kedua pihak belum mencapai kesepakatan bisnis terkait pengelolaan tersebut. “Sayangnya, hingga kini Angkasa Pura BIM dan PT KAI belum mencapai kesepakatan bisnis,” kata Adel.

Ombudsman menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Optimalisasi layanan publik di area bandara harus menjadi perhatian bersama agar tidak merugikan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas.

Selain itu, aspek kebersihan di area skybridge juga menjadi sorotan. Adel menilai bahwa sebagai bandara berstandar internasional, BIM seharusnya menjaga kualitas kebersihan secara konsisten.

“Bayangkan, sekelas bandara internasional, untuk informasi petunjuk arah saja masih menggunakan kertas (printout),” ujarnya.

Ombudsman berharap perbaikan segera dilakukan agar kualitas layanan publik di Bandara Internasional Minangkabau dapat memenuhi standar pelayanan yang layak dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Ombudsman #pt kai #sumbar #angkasa pura