RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki hari keenam Idul Fitri, arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (27/3).
Aktivitas penyeberangan dari Jawa menuju Bali tampak semakin ramai, ditandai dengan antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang memenuhi area kantung parkir pelabuhan.
Sejak pagi hingga siang, arus kendaraan terus berdatangan. Mayoritas pengguna jasa penyeberangan merupakan pemudik yang kembali lebih awal, menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi akhir pekan ini.
Tak hanya pekerja, arus balik kali ini juga didominasi oleh keluarga dengan anak usia sekolah. Mereka memilih kembali lebih cepat untuk mempersiapkan aktivitas belajar yang akan dimulai dalam waktu dekat.
Salah satu pemudik, Nova, 38, warga Lumajang, mengaku sengaja kembali lebih awal demi memastikan anaknya siap masuk sekolah pada Senin (30/3).
Ia menghindari kepadatan yang diperkirakan terjadi pada hari Minggu.
“Anak saya sudah harus masuk sekolah. Jadi kami pilih balik sekarang. Untungnya belum terlalu macet. Sempat mau pulang Minggu, tapi khawatir antreannya panjang,” ujarnya.
Baru 35 Persen Pemudik Kembali
Berdasarkan data sementara dari ASDP Ketapang, hingga Jumat (27/3), jumlah pemudik yang kembali baru mencapai sekitar 35 persen.
Artinya, masih ada sekitar 65 persen pemudik yang diprediksi akan kembali dalam beberapa hari ke depan.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan bahwa potensi lonjakan arus balik masih cukup besar, terutama pada akhir pekan yang bertepatan dengan sejumlah agenda libur tambahan.
“Kami memperkirakan arus balik akan terbagi karena masih ada momen Lebaran Ketupat dan libur panjang yang berdekatan. Harapannya tidak terjadi penumpukan ekstrem,” jelasnya.
Truk Tidak Jadi Prioritas, Dilarang Masuk Dermaga MB
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak ASDP bersama instansi terkait telah menerapkan sejumlah kebijakan strategis.
Salah satunya adalah pembatasan kendaraan angkutan barang atau truk.
Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB), prioritas penyeberangan diberikan kepada kendaraan roda dua, kendaraan pribadi, dan angkutan umum.
Sementara itu, kendaraan logistik seperti truk tidak menjadi prioritas utama.
Bahkan, truk secara tegas dilarang memasuki Dermaga MB (Moveable Bridge) di Pelabuhan Ketapang.
“Truk tidak diperbolehkan masuk ke Dermaga MB. Saat ini hanya bisa dilayani di Dermaga LCM dan Bulusan, itu pun jika kondisi lalu lintas memungkinkan,” tegas Arief.
Buffer Zone Disiapkan untuk Antisipasi
Untuk mencegah kemacetan di jalur menuju pelabuhan, sejumlah buffer zone atau kantung parkir telah disiapkan.
Lokasi tersebut antara lain berada di Dermaga Bulusan, Terminal Sritanjung, Dermaga Pusri, dan Pelabuhan Tanjungwangi.
Sejak Kamis malam (26/3), ratusan truk sudah mulai berdatangan ke sekitar kawasan pelabuhan.
Namun karena pembatasan yang berlaku, kendaraan tersebut diarahkan ke Dermaga Bulusan.
Jika kondisi semakin padat, para sopir truk diminta untuk tetap menunggu di kantung parkir hingga situasi memungkinkan untuk penyeberangan.
32 Kapal Dikerahkan, Dua Kapal Besar di Bulusan
Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) BPTD Wilker Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menyebutkan bahwa sebanyak 32 kapal telah dioperasikan untuk mengurai kepadatan penyeberangan.
Khusus di Dermaga Bulusan, dua kapal berukuran besar disiagakan untuk melayani antrean truk yang cukup panjang.
“Kami sudah operasikan 32 kapal. Di Bulusan ada dua kapal besar untuk mengurai antrean truk. Namun secara umum, pembatasan masih belum berjalan maksimal karena masih banyak truk yang datang ke pelabuhan,” ujarnya.
Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan
Dengan masih tersisanya sekitar 65 persen pemudik yang belum kembali, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Sabtu hingga Minggu (28–29/3).
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan agar tidak terjebak kepadatan.
ASDP juga mengingatkan pengguna jasa untuk mematuhi aturan yang berlaku serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan terkendali, meskipun volume kendaraan terus meningkat signifikan. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin