RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Banyuwangi mengalami lonjakan signifikan selama periode libur Idul Fitri 2026. Tak hanya pergerakan pesawat, jumlah penumpang dan kargo juga menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data angkutan Lebaran sejak Jumat (13/3) hingga Rabu (25/3), tercatat sebanyak 5.399 penumpang menggunakan jasa penerbangan dari dan menuju Banyuwangi.
Pergerakan Pesawat Naik 64 Persen
Airport Administration Department Head Bandara Banyuwangi, Wiratmoko, mengungkapkan bahwa peningkatan terjadi di hampir seluruh sektor layanan penerbangan.
“Pergerakan pesawat pada periode Lebaran tahun lalu tercatat 44 penerbangan, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 72 penerbangan atau tumbuh 64 persen,” ujarnya.
Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya kebutuhan transportasi udara masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Penumpang Naik 14 Persen
Selain pergerakan pesawat, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan signifikan. Pada periode yang sama tahun 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 4.747 orang.
Sementara pada tahun 2026, angka tersebut meningkat menjadi 5.399 penumpang atau naik sekitar 14 persen.
“Pergerakan penumpang meningkat cukup signifikan dibandingkan periode Lebaran tahun lalu,” jelas Wiratmoko.
Sektor Kargo Ikut Tumbuh
Tak hanya penumpang, sektor kargo udara juga mengalami pertumbuhan meski tidak sebesar sektor penerbangan dan penumpang.
Hingga Rabu (25/3), total kargo yang tercatat mencapai 3.121 kilogram atau meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 2.200 kilogram.
Aktivitas Harian Tunjukkan Tren Padat
Secara harian, aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi juga menunjukkan peningkatan yang cukup padat.
Pada Selasa (24/3), tercatat lima penerbangan dengan total 420 penumpang dan kargo sebanyak 183 kilogram.
Sementara itu, pada Rabu (25/3), terdapat lima penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 564 orang, meskipun tanpa pergerakan kargo.
Okupansi Pesawat Capai 100 Persen
Tingginya mobilitas masyarakat selama musim Lebaran juga tercermin dari tingkat keterisian kursi pesawat yang mencapai kapasitas maksimal.
Salah satu staf bandara, Imam, menyebutkan bahwa hampir seluruh penerbangan selama periode mudik memiliki tingkat okupansi penuh.
“Okupansi penerbangan mencapai 100 persen, baik untuk rute Super Air Jet tujuan Jakarta maupun sebaliknya, serta Wings Air rute Surabaya dan Lombok,” ungkapnya.
Peran Strategis Bandara Banyuwangi Kian Menguat
Lonjakan aktivitas ini menegaskan semakin pentingnya peran Bandara Internasional Banyuwangi sebagai pintu gerbang transportasi udara di wilayah timur Pulau Jawa.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, peningkatan ini juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, Bandara Banyuwangi diproyeksikan akan menjadi salah satu simpul transportasi strategis yang semakin diminati masyarakat, terutama pada momen-momen puncak seperti libur Lebaran. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin