Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, ASDP Prioritaskan Motor dan Angkutan Umum di Ketapang

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 27 Maret 2026 | 06:16 WIB
Seorang pemudik bersepeda motor membonceng istri dan anaknya menuju Pelabuhan Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Seorang pemudik bersepeda motor membonceng istri dan anaknya menuju Pelabuhan Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

Lonjakan jumlah pemudik yang kembali diprediksi mencapai puncaknya pada akhir pekan ini, terutama di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Manajemen ASDP Indonesia Ferry pun menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan dan penumpang.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Kamis (26/3) hingga Minggu (29/3).

“Secara bertahap pemudik sudah kembali sejak H+1 Lebaran. Namun, lonjakan diprediksi terjadi pada akhir pekan ini, terutama di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya.

Motor dan Angkutan Umum Diprioritaskan

Untuk mengurai kepadatan, ASDP menerapkan sistem prioritas kendaraan saat proses penyeberangan. Kendaraan roda dua menjadi prioritas utama untuk diangkut ke kapal.

Selanjutnya, kendaraan umum seperti bus dan travel juga mendapat prioritas dibanding kendaraan pribadi.

“Truk bukan prioritas. Kami siapkan buffer zone atau kantong parkir untuk sistem penundaan (delaying system),” jelas Yossianis.

Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalkan antrean panjang di pelabuhan.

Buffer Zone Disiapkan untuk Truk

Ketika intensitas kendaraan meningkat, truk akan dialihkan ke buffer zone sebelum diberangkatkan. Fasilitas ini tersedia di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Dermaga Bulusan.

Kapasitas kedua lokasi tersebut mampu menampung hingga sekitar 2.200 kendaraan. Sementara itu, daya angkut kapal penyeberangan mencapai maksimal 10 ribu kendaraan per hari.

“Secara kapasitas kami siap, tinggal pengaturan prioritas kendaraan saja,” tegasnya.

Penumpang dan Kendaraan Meningkat

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 223 trip kapal beroperasi.

Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 44.898 orang, meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 42.108 orang.

Kendaraan roda dua mengalami lonjakan paling signifikan, yakni mencapai 8.691 unit atau naik 24,1 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 4.644 unit atau sedikit turun 0,6 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk kendaraan truk mencapai 921 unit atau naik 18,7 persen, sedangkan bus tercatat 302 unit.

Antisipasi Lonjakan Lebaran Ketupat

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, mengingatkan masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan baik.

Ia menyoroti adanya tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan sekitar sepekan setelah Idul Fitri, khususnya di wilayah Tapal Kuda dan Madura.

Wilayah tersebut meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi.

“Momentum ini berpotensi memicu lonjakan penumpang dan kendaraan secara bersamaan,” ujarnya.

Imbauan Hindari Puncak Arus Balik

Masyhud mengimbau masyarakat, khususnya dari wilayah Jawa Timur, untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik.

Menurutnya, kepadatan pada periode tertentu dapat menyebabkan antrean panjang, waktu tunggu lebih lama, hingga menurunkan kenyamanan perjalanan.

“Kami mengimbau masyarakat mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar puncak arus balik,” tegasnya.

Perencanaan Jadi Kunci Kelancaran

Dengan potensi lonjakan yang cukup tinggi, perencanaan perjalanan menjadi faktor krusial bagi para pemudik.

ASDP bersama pemerintah berharap sinergi antara operator, regulator, dan masyarakat dapat menjaga kelancaran arus balik Lebaran 2026.

Jika dikelola dengan baik, arus balik tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan di lintasan Jawa-Bali. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#asdp #Jawa Bali #pelabuhan ketapang #gilimanuk #arus balik