RADARBANYUWANGI.ID — Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Ir H Yoyok Mulyadi, menilai arus mudik Lebaran di jalur pantai utara (pantura) Jawa Timur tahun 2026 ini relatif terkendali.
Salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran tersebut adalah mulai berfungsinya sebagian ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi).
Menurut Yoyok, keberadaan tol tersebut mampu mengurangi beban kendaraan di jalur Jalan Nasional pantura yang selama ini menjadi jalur utama pemudik dan angkutan logistik.
“Secara umum arus mudik di wilayah pantura cukup terkendali. Tol Prosiwangi sangat membantu dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional,” ujar Yoyok, Kamis (26/3/2026).
Mantan Wakil Bupati Situbondo ini menyebutkan, data konkret terkait efektivitas penguraian arus lalu lintas tersebut dapat dilihat dari pengelola jalan tol maupun Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Jawa-Bali, yang mencatat adanya distribusi kendaraan yang lebih merata antara jalan tol dan jalan arteri.
Kendala Infrastruktur Masih Ditemukan
Meski kondisi arus lalu lintas relatif lancar, Yoyok mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala infrastruktur yang perlu segera ditangani. Pada ruas jalan nasional, masih banyak ditemukan titik jalan berlubang yang berdampak pada rendahnya tingkat kemantapan jalan, bahkan masih di bawah 70 persen.
Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis seperti pada periode mudik Lebaran.
Sementara itu, pada ruas tol Prosiwangi, kondisi jalan belum sepenuhnya merata. Untuk segmen Paiton–Situbondo Barat, Yoyok menilai kondisi jalan sudah cukup baik dan layak dilalui secara optimal.
Namun pada ruas Gending–Kraksaan serta Kraksaan–Paiton, masih ditemukan permasalahan pada struktur tanah, khususnya pada urugan atau timbunan baru yang dinilai belum stabil.
“Beberapa titik masih mengalami kelabilan, sehingga membutuhkan penanganan teknis yang lebih serius sebelum dapat difungsikan secara permanen,” kata anggota dewan dari Dapil IV Jatim ini.
Politisi PKB ini menekankan pentingnya kualitas konstruksi jalan tol agar tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki daya tahan jangka panjang.
Prospek Tol Prosiwangi ke Depan
Lebih jauh, Yoyok menyoroti prospek strategis Tol Prosiwangi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jawa Timur, khususnya wilayah tapal kuda seperti Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi.
Menurut dia, jika tol tersebut tersambung secara penuh hingga Banyuwangi, maka konektivitas antarwilayah akan meningkat signifikan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga pada efisiensi distribusi barang dan jasa.
“Tol Prosiwangi akan menjadi tulang punggung konektivitas di kawasan timur Jawa Timur. Ini akan membuka akses ekonomi baru, termasuk sektor pariwisata dan industri,” ujar pria yang pernah menjadi Kepala Dinas PU Bina Marga Situbondo ini.
Yoyok menambahkan, wilayah Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan akan semakin mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah. Hal ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisata serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang koridor tol.
Selain itu, keberadaan tol juga dinilai dapat memperkuat rantai pasok logistik, terutama untuk sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan yang banyak berkembang di wilayah tapal kuda.
Dari sisi investasi, Yoyok menilai infrastruktur jalan tol akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di kawasan tersebut, karena akses transportasi yang lebih cepat dan efisien menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi.
Target Penyelesaian 2028–2029
Yoyok berharap pembangunan Tol Prosiwangi dapat terus dipercepat hingga mencapai titik akhir di Banyuwangi. Ia memperkirakan proyek tersebut dapat rampung sepenuhnya pada periode 2028 hingga 2029.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa percepatan pembangunan harus tetap diimbangi dengan pengawasan kualitas konstruksi, khususnya pada segmen-segmen yang masih menghadapi persoalan teknis seperti stabilitas tanah.
“Harapannya tol ini bisa segera tersambung sampai Banyuwangi, tetapi kualitas tetap harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Dengan tersambungnya tol Prosiwangi secara penuh, diharapkan beban lalu lintas di jalur pantura dapat berkurang secara signifikan, sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Editor : Lugas Rumpakaadi