Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

2,3 Juta Pemudik Seberangi Selat Bali Saat Arus Mudik Lebaran 2026, Kendaraan Naik 18 Persen

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 24 Maret 2026 | 20:40 WIB

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan bersama Wabup Mujiono dan stakeholder terkait menyampaikan press release di Pelabuhan Ketapang, Selasa (24/3).
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan bersama Wabup Mujiono dan stakeholder terkait menyampaikan press release di Pelabuhan Ketapang, Selasa (24/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Selat Bali mencatat lonjakan signifikan.

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama kepolisian menunjukkan, total sekitar 2,3 juta orang menyeberang dari Pulau Jawa ke Bali maupun sebaliknya selama periode mudik tahun ini.

Lonjakan tersebut terjadi di dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi jalur vital penghubung antarpulau.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan menyampaikan, peningkatan terjadi baik pada jumlah kendaraan maupun penumpang.

“Penumpang ada di angka 2,3 juta orang untuk arus mudik tahun ini. Sedangkan kendaraan ada 1,7 juta unit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah kendaraan mengalami kenaikan sekitar 18 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, lonjakan jumlah penumpang bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 22 persen.

Arus Balik Mulai Meningkat, Puncak Diprediksi Akhir Pekan

Memasuki fase arus balik, kepolisian mencatat peningkatan pergerakan kendaraan dari Jawa menuju Bali mulai terjadi pada hari keempat Idul Fitri.

Dalam catatan sementara, sekitar 10 ribu kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Sedangkan dari arah Bali menuju Jawa tercatat sekitar 7 ribu kendaraan.

“Secara umum kondisi cukup kondusif. Untuk puncak arus balik kami prediksi akan terjadi pada hari Minggu,” jelas Rofiq.

16 Buffer Zone Disiapkan, Antisipasi Kepadatan di Ketapang

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kepolisian bersama TNI dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi.

Salah satunya dengan mengoptimalkan 16 titik zona penyangga (buffer zone) di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Zona ini berfungsi sebagai kantong parkir sementara guna mengurai antrean kendaraan sebelum masuk area pelabuhan.

“Kendaraan truk juga mulai mematuhi SKB. Jadi tidak ada yang kita lihat masuk saat arus balik. Kita minta mereka memahami kondisi arus Lebaran yang padat,” terang Rofiq.

Kanit Turjawali Polresta Banyuwangi Ipda Rudi Wicahyono menambahkan, sejumlah titik strategis telah disiapkan sebagai buffer zone. Di antaranya kawasan ASDP Bulusan, parkir umum Bulusan di sekitar Ketapang Indah Hotel, SPBU Farly, serta area Pusri.

Selain itu, beberapa lokasi lain seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, SPBU Sri Tanjung, hingga kawasan wisata Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan.

Tidak hanya itu, lahan parkir milik rumah makan di sepanjang jalur menuju pelabuhan turut dimanfaatkan untuk menampung kendaraan, terutama kendaraan besar.

“Lahan parkir rumah makan bisa menampung hingga 12 kendaraan besar. Ini cukup membantu mengurangi panjang antrean,” kata Rudi.

Fasilitas Lengkap, Pengguna Jasa Lebih Nyaman

Selain kapasitas tampung yang memadai, fasilitas di buffer zone juga cukup lengkap. Tersedianya MCK serta penerangan yang baik membuat pengguna jasa tetap nyaman meski harus menunggu giliran menyeberang.

Menariknya, kebijakan ini juga berdampak positif bagi pelaku usaha lokal, khususnya pemilik rumah makan di sekitar jalur utama.

“Pemilik rumah makan juga senang. Justru menyambut baik karena penjualan mereka meningkat,” imbuhnya.

WFA dan Informasi Real-Time Bantu Kurangi Kepadatan

Selain pengaturan teknis di lapangan, kepolisian juga menilai kebijakan pemerintah pusat seperti work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara turut membantu mengurai kepadatan arus balik.

Di sisi lain, pembaruan informasi kondisi pelabuhan secara berkala melalui radio dan media sosial juga dilakukan untuk membantu masyarakat menentukan waktu perjalanan yang tepat.

“Kita lakukan update informasi kondisi pelabuhan mulai pukul 08.00 sampai 20.00. Supaya masyarakat bisa memantau dan mempertimbangkan kapan mereka akan menyeberang,” pungkas Rofiq.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Selat Bali tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali meski volume penumpang dan kendaraan meningkat signifikan. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Mudik Lebaran 2026 #pelabuhan ketapang #polresta banyuwangi #arus balik Bali Jawa #arus balik