Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelabuhan Ketapang Diserbu Roda Dua Saat Arus Balik Lebaran 2026, Pekerja Nonformal Pilih Pulang Lebih Awal

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 24 Maret 2026 | 20:32 WIB

MENUJU BALI: Pengguna kendaraan roda dua antre masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (24/3).
MENUJU BALI: Pengguna kendaraan roda dua antre masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (24/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Jawa–Bali mulai terasa di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Sejak Senin sore (22/3), kawasan pelabuhan yang berada di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro itu mulai diserbu ribuan kendaraan roda dua.

Lonjakan pemudik didominasi pekerja sektor nonformal yang memilih kembali ke Bali lebih awal guna menghindari kepadatan puncak arus balik.

Deretan sepeda motor tampak memadati area antrean menuju kapal penyeberangan tujuan Gilimanuk.

Salah satu pemudik, Farid (28), warga Kecamatan Glenmore, mengaku sengaja mempercepat kepulangan ke Bali karena tuntutan pekerjaan.

Ia bekerja di sebuah rumah makan di Denpasar yang sudah kembali beroperasi setelah libur Lebaran.

“Besok sudah buka warungnya. Yang penting sudah ketemu keluarga, jadi balik hari ini,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Untung (41), warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Pria yang bekerja sebagai sopir di wilayah Baturiti, Tabanan itu memilih kembali lebih awal bersama istri dan anaknya menggunakan sepeda motor.

“Karena hidupnya sudah di Bali, cari uangnya di sana, ya ingin cepat kembali. Biar tidak kena macet juga, empat hari ketemu keluarga sudah cukup,” ungkapnya.

Arus Balik Mulai Meningkat, ASDP Terapkan Strategi Adaptif

Pergerakan arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk terpantau mulai meningkat sejak akhir pekan. Meski demikian, arus kendaraan masih terbilang stabil tanpa lonjakan antrean yang signifikan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan pola operasional adaptif dengan menyesuaikan jumlah armada dan frekuensi perjalanan kapal.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Kamis (26/3) hingga Sabtu (28/3).

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal.

“Dengan pemilihan waktu yang tepat, perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembelian tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy. Saat ini, tidak ada lagi penjualan tiket secara langsung di pelabuhan.

“Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60. Hindari pembelian melalui calo atau agen tidak resmi untuk mencegah potensi kerugian,” tegasnya.

Data Penumpang dan Kendaraan Meningkat

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam (23 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB), jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 38.212 orang.

Angka ini naik 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 37.943 orang.

Kenaikan signifikan terjadi pada kendaraan roda dua. Tercatat sebanyak 6.534 unit sepeda motor menyeberang atau meningkat 34,2 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4.870 unit.

Sementara itu, kendaraan roda empat justru mengalami penurunan sekitar 12,9 persen. Dari sebelumnya 4.927 unit menjadi 4.290 unit pada tahun ini.

Untuk kendaraan logistik, jumlah truk yang menyeberang mencapai 464 unit atau naik 30 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 357 unit.

Sedangkan bus tercatat 283 unit atau meningkat 9,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 313 unit.

Sebaliknya, dari arah Gilimanuk menuju Ketapang, hampir seluruh indikator mengalami kenaikan. Jumlah penumpang tercatat 26.617 orang atau naik 19,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Kendaraan roda dua mencapai 2.954 unit (naik 7,3 persen), kendaraan roda empat 3.541 unit (naik 25,3 persen), menunjukkan arus dua arah sama-sama mengalami peningkatan signifikan.

Dermaga Ponton Dioperasikan, MB III Diperbaiki

Untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan, pihak operator juga melakukan langkah teknis dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada.

Salah satunya dengan kembali mengoperasikan dermaga ponton sebagai alternatif sandar kapal.

Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan (Korsatpel) BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul adanya perbaikan pada Dermaga MB III yang mengalami kendala pada sistem hidrolis.

“Ponton kita perbantukan lagi untuk memuat roda dua dan roda empat, sampai nanti uji coba dan perbaikan di dermaga MB III selesai,” jelasnya.

Meski ada perbaikan infrastruktur, Bayu memastikan pola operasi kapal masih berjalan normal. Setiap kapal yang selesai bongkar muat langsung diisi kembali dengan kendaraan yang sudah mengantre.

Percepatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di area pelabuhan, terutama menjelang puncak arus balik Lebaran.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#roda dua #pelabuhan ketapang #lebaran 2026 #selat bali #ketapang gilimanuk #arus balik