RADARBANYUWANGI.ID – Kecelakaan lalu lintas di sejumlah ruas tol selama arus mudik Lebaran 2026 kembali menjadi sorotan.
Salah satu faktor yang kerap menjadi penyebab adalah kondisi pengemudi yang mengantuk.
Fenomena yang dikenal sebagai highway hypnosis atau hipnosis jalan tol kini menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Perjalanan mudik melalui jalan tol yang cenderung lurus, panjang, dan minim hambatan memang terasa lebih cepat dan nyaman. Namun, kondisi ini justru dapat menurunkan kewaspadaan pengemudi.
Apa Itu Highway Hypnosis?
Highway hypnosis adalah kondisi ketika pengemudi mengalami penurunan kesadaran akibat situasi jalan yang monoton. Dalam kondisi ini, pikiran bisa menjadi kosong meski kendaraan tetap melaju.
Praktisi kesehatan tidur, Daniel Thomas Suryadisastra, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan hipnosis dalam arti sebenarnya, melainkan kondisi menyerupai tidur saat berkendara.
“Highway hypnosis mungkin maksudnya bukan hipnotis dari jalan raya, tapi kondisi seperti tidur di highway,” ujarnya.
Jalan Tol Monoton Picu Penurunan Kewaspadaan
Menurut dr Daniel, kondisi jalan tol yang stabil dan minim rangsangan membuat otak kehilangan fokus.
Kurangnya variasi visual dan aktivitas selama berkendara dalam waktu lama menyebabkan otak menjadi kurang aktif, sehingga pengemudi lebih mudah mengantuk.
“Karena jalan tol monoton, kewaspadaan jadi mudah terpengaruh dan bisa memicu micro sleep,” jelasnya.
Ancaman Micro Sleep yang Mematikan
Salah satu dampak paling berbahaya dari highway hypnosis adalah micro sleep, yakni kondisi tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari.
Meski hanya berlangsung beberapa detik, micro sleep sangat berisiko, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di jalan tol.
Dalam hitungan detik saja, kendaraan bisa keluar jalur atau menabrak kendaraan lain, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
Tips Menghindari Highway Hypnosis Saat Mudik
Untuk mencegah terjadinya highway hypnosis, pengemudi disarankan untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima sebelum dan selama perjalanan.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Bergantian mengemudi jika perjalanan jauh
- Beristirahat secara berkala di rest area
- Menghindari berkendara saat tubuh lelah atau mengantuk
- Mengonsumsi makanan ringan atau minuman yang membantu menjaga fokus
Power Nap Jadi Solusi Cepat
Jika rasa kantuk mulai muncul, berhenti sejenak dan beristirahat menjadi langkah terbaik.
Dr Daniel menyarankan teknik power nap sebagai solusi instan untuk mengembalikan kebugaran.
“Tidur ideal memang 7-8 jam, tapi power nap bisa jadi solusi cepat. Cukup 10 sampai 30 menit untuk mengembalikan energi,” ujarnya.
Syarat Power Nap yang Efektif
Agar power nap efektif, pengemudi perlu memperhatikan beberapa hal:
- Cari tempat yang nyaman dan aman, seperti rest area
- Posisi tubuh sebaiknya bisa berbaring atau meluruskan badan
- Hindari tidur terlalu lama agar tidak terasa lemas setelah bangun
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Dengan meningkatnya volume kendaraan selama mudik Lebaran, kesadaran akan bahaya highway hypnosis menjadi sangat penting.
Pengemudi diimbau untuk tidak memaksakan diri saat mengantuk dan selalu mengutamakan keselamatan.
Mudik yang aman bukan hanya soal cepat sampai tujuan, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung dengan selamat hingga kembali ke rumah. (*)
Editor : Ali Sodiqin