Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bali Nyepi 2026: Hotel di Banyuwangi Diserbu Mobil Plat DK, Okupansi Tembus 100 Persen

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 20 Maret 2026 | 00:30 WIB

FULL KENDARAAN: Basement Hotel Kokoon yang berada di Dadapan dipenuhi kendaraan dari luar kota, terutama plat DK, Kamis (91/3).
FULL KENDARAAN: Basement Hotel Kokoon yang berada di Dadapan dipenuhi kendaraan dari luar kota, terutama plat DK, Kamis (91/3).

RADARBANYUWANGI.ID - Momentum Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada Kamis (19/3/2026) membawa dampak signifikan bagi sektor pariwisata di Banyuwangi.

Sejumlah hotel di wilayah ujung timur Pulau Jawa itu mencatat lonjakan tingkat hunian kamar (okupansi) hingga 95 persen bahkan menembus 100 persen.

Fenomena ini tak lepas dari penutupan sementara penyeberangan di Pelabuhan Ketapang selama Nyepi, yang membuat ribuan pelaku perjalanan dari dan menuju Bali tertahan di Banyuwangi.

Mobil Plat DK Dominasi Area Parkir Hotel

Dari pantauan di lapangan, sejumlah hotel terlihat dipadati tamu sejak pagi hingga malam hari.

Photo
Photo

Area parkir basement hingga halaman hotel dipenuhi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Menariknya, sebagian besar kendaraan yang terparkir didominasi oleh mobil dengan pelat nomor DK (Bali).

Hal ini menunjukkan banyaknya wisatawan atau pemudik dari Bali yang memilih bertahan sementara di Banyuwangi.

Beberapa hotel yang mengalami lonjakan signifikan di antaranya Hotel Santika Banyuwangi di Kelurahan Sobo dan Kokoon Hotel Banyuwangi di kawasan Dadapan.

Okupansi Naik Drastis Hingga 90 Persen

Asisten Service Manager Kokoon Hotel, Yudi P, mengungkapkan bahwa tingkat hunian kamar di hotelnya melonjak tajam dalam sehari.

“Dari total 163 kamar, sebanyak 145 kamar sudah terisi. Artinya hampir 90 persen, dan kemungkinan masih akan bertambah hingga malam,” ujarnya.

Lonjakan ini sangat kontras dibandingkan hari sebelumnya. Pada Rabu (18/3/2026), jumlah kamar yang terisi hanya 27 unit.

“Kenaikannya hampir 90 persen dibanding kemarin,” tambahnya.

Efek Nyepi dan Penutupan Pelabuhan

Menurut Yudi, peningkatan okupansi dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, momentum Nyepi yang membuat aktivitas di Bali berhenti total.

Kedua, penutupan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang yang membuat banyak pelaku perjalanan tertahan.

“Banyak tamu dari Jakarta dan daerah lain yang hendak ke Bali, tapi tidak bisa menyeberang karena pelabuhan ditutup. Akhirnya mereka memilih menginap di Banyuwangi,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan resepsionis Hotel Santika, Aisah. Ia menyebut okupansi hotelnya bahkan telah mencapai titik maksimal.

“Hari ini sudah penuh 100 persen. Padahal kemarin masih di angka 48 persen,” ungkapnya.

Banyuwangi Jadi Penyangga Perjalanan ke Bali

Lonjakan okupansi hotel ini sekaligus menegaskan peran strategis Banyuwangi sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Bali.

Ketika akses penyeberangan ditutup, Banyuwangi menjadi titik transit utama bagi wisatawan dan pemudik.

Selain itu, momen menjelang Idulfitri juga turut mendorong mobilitas masyarakat meningkat.

Banyak pelaku perjalanan yang memanfaatkan waktu untuk bergerak lebih awal, sehingga terjadi penumpukan di jalur penyeberangan Jawa–Bali.

Berkah bagi Industri Perhotelan

Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku industri perhotelan di Banyuwangi.

Setelah sempat mengalami fluktuasi tingkat hunian, momentum Nyepi dan arus mudik Lebaran memberikan dorongan signifikan terhadap okupansi.

Dengan tingkat hunian yang hampir penuh di berbagai hotel, sektor pariwisata Banyuwangi kembali menunjukkan daya tahan dan potensinya sebagai destinasi sekaligus hub transportasi strategis di Jawa Timur.

Ke depan, pelaku industri berharap momentum ini dapat terus berlanjut, terutama saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bali nyepi #Pelabuhan Gilimanuk #pelabuhan ketapang ditutup #mobil plat dk #banyuwangi diserbu warga bali #Okupansi Hotel