Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Review dan Evaluasi Setahun Program MBG di Banyuwangi, HMD-Gemas Dorong Zero Insiden dan Penguatan Sinergi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 19 Maret 2026 | 15:20 WIB

Evaluasi dan review program MBG diikuti Korwil dan Korcam SPPG, Dinkes, KPPG Jember,  mitra dapur, pembina HMD-Gemas, serta Asisten  Perekonomian dan Pembangunan Suratno di eL Hotel, Rabu (18/3).
Evaluasi dan review program MBG diikuti Korwil dan Korcam SPPG, Dinkes, KPPG Jember, mitra dapur, pembina HMD-Gemas, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suratno di eL Hotel, Rabu (18/3).

 

RADARBANYUWANGI.ID - Sudah setahun program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung di Banyuwangi. Sejak beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Rogojampi pada Februari 2025, menjadi momentum evaluasi bersama. Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-Gemas) Banyuwangi menggelar diskusi, evaluasi, dan review pelaksanaan MBG di eL Hotel Banyuwangi, Rabu (18/3).

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur SPPG (korwil dan korcam), Dinas Kesehatan Banyuwangi, KPPG Jember, serta para mitra dapur. Hadir pula pembina HMD-Gemas sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuwangi, Suratno.

Ketua DPW HMD-Gemas Jawa Timur, Bayu Perkasa mengatakan, forum ini menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi sekaligus membenahi pelaksanaan MBG selama satu tahun terakhir di Banyuwangi.  “Melalui diskusi ini, kita ingin melihat apa saja yang perlu dibenahi agar program MBG di Banyuwangi ke depan bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Ketua DPD HMD-Gemas Banyuwangi Sugiarto menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarpihak dalam mendukung keberlanjutan program. Ia menilai MBG memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis gotong royong. “Program MBG ini tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan. Kita perlu menumbuhkembangkan sinergi dan kolaborasi,” katanya.

Koordinator Wilayah SPPG Banyuwangi Masrulin mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pendataan ulang terkait kebutuhan peralatan di masing-masing SPPG. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia secara memadai. “Peralatan yang belum tersedia akan segera dilengkapi. Selain itu, untuk setiap item bahan baku minimal harus memiliki dua pemasok guna menghindari potensi monopoli,” jelasnya.

Masrulin juga menyinggung adanya dinamika terkait operasional SPPG, termasuk surat penghentian operasional sementara yang sempat terjadi di Banyuwangi. Namun hal tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan ke depan lebih tertib dan sesuai ketentuan BGN.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi Suratno mengapresiasi terbentuknya himpunan mitra MBG di daerah. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program. “Kami mengapresiasi kontribusi mitra yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan sumber daya untuk mendukung MBG. Banyuwangi saat ini telah memiliki cukup banyak SPPG,” ujarnya.

Ke depan perlu dibangun hubungan yang lebih erat antara yayasan mitra dan SPPG guna menciptakan kolaborasi yang profesional dalam penyajian MBG. “Banyuwangi harus menjadi contoh daerah dengan pelaksanaan MBG yang zero insiden. Ini bisa terwujud jika seluruh stakeholder bekerja sama menghadirkan layanan terbaik,” tegasnya.

Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menekankan pentingnya pemenuhan standar keamanan pangan dalam program MBG. Ia menargetkan tidak ada lagi insiden terkait makanan di masa mendatang. “Kita harus memastikan MBG di Banyuwangi benar-benar zero insiden dengan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Setiap kejadian yang pernah ada harus menjadi bahan perbaikan,” katanya.

Amir menambahkan, pengawasan akan diperketat mulai dari peralatan hingga produk makanan yang disajikan. “Ke depan, kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan makanan yang disajikan aman dan sehat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ray/aif)

 

Editor : Sigit Hariyadi
#SPPG #Mbg #banyuwangi