RADARBANYUWANGI.ID – Upaya percepatan penguraian antrean kendaraan dari Bali menuju Jawa terus dikebut.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendatangkan kapal tambahan, KMP Prima Nusantara, untuk memperkuat layanan di lintasan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.
Kapal milik PT Jembatan Nusantara itu dioperasikan sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas angkut guna menuntaskan lonjakan pemudik jelang penutupan pelabuhan saat Nyepi.
Kapal Tambahan Tingkatkan Kapasitas Angkut
Kehadiran KMP Prima Nusantara diharapkan mampu mempercepat proses bongkar muat kendaraan sekaligus menekan waktu tunggu pengguna jasa yang sempat meningkat tajam.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa seluruh sumber daya difokuskan untuk mempercepat stabilisasi layanan di lapangan.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal,” ujarnya.
Antrean Menyusut dari 11 Km Jadi 4 Km
Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean kendaraan di sisi Gilimanuk sempat mencapai panjang sekitar 11 kilometer di wilayah Desa Melaya pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA.
Namun, berkat peningkatan kapasitas layanan dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, antrean berhasil ditekan menjadi sekitar 4 kilometer pada pukul 13.00 WITA.
Tren ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan mulai memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus penyeberangan.
Skema TBB Jadi Andalan
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, menjelaskan bahwa pengoperasian kapal tambahan diintegrasikan dengan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB).
Melalui skema ini, kapal tidak perlu menunggu lama di pelabuhan dan dapat langsung kembali beroperasi setelah bongkar muat selesai.
“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean berkurang secara bertahap,” jelasnya.
Data H-4: Kendaraan dan Penumpang Meningkat
Lonjakan arus mudik dari Bali ke Jawa terlihat dari data Posko Gilimanuk selama 24 jam (17 Maret 2026):
- 25.105 kendaraan menyeberang (naik 1,6%)
- 74.263 penumpang tercatat
- 243 trip kapal dioperasikan
Rinciannya:
- Sepeda motor: 16.909 unit (naik 7,2%)
- Mobil: 6.016 unit
- Truk: 1.586 unit
- Bus: 594 unit
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4:
- 383.398 penumpang (naik 0,3%)
- 122.892 kendaraan (naik 2,6%)
Data ini menegaskan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Optimistis Antrean Segera Terurai
ASDP optimistis kehadiran kapal tambahan, termasuk KMP Prima Nusantara, mampu mempercepat penguraian kepadatan di sisi Gilimanuk.
Apalagi, penutupan pelabuhan di sisi Bali dilakukan lebih akhir dibanding Ketapang, sehingga beban antrean sempat terpusat di wilayah tersebut.
“Kami optimistis antrean bisa segera terurai, terutama dengan dukungan kapal perbantuan dan pengaturan operasional yang dinamis,” tambah Arief.
Fokus Stabilkan Layanan Jelang Nyepi
Seluruh langkah ini menjadi bagian dari strategi besar ASDP dalam menjaga kelancaran arus mudik di lintasan tersibuk nasional.
Dengan optimalisasi armada, penerapan skema TBB, serta pengaturan arus yang lebih terstruktur, diharapkan layanan penyeberangan Bali–Jawa tetap berjalan lancar meski di tengah lonjakan signifikan.
ASDP pun memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian secara real-time guna mengantisipasi dinamika di lapangan, terutama menjelang dan pasca penutupan pelabuhan saat Nyepi. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin