RADARBANYUWANGI.ID - Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Bali–Jawa mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan armada maksimal.
Sebanyak 40 kapal dioperasikan di jalur Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan yang sempat mengular panjang.
Upaya ini dilakukan pada hari terakhir operasional sebelum penutupan pelabuhan dalam rangka Hari Raya Nyepi, Rabu (18/3).
Hasilnya, antrean kendaraan mulai landai dan kondisi pelabuhan berangsur terkendali.
40 Kapal Dikerahkan, Skema TBB Dioptimalkan
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, menyampaikan bahwa jumlah kapal yang dioperasikan meningkat signifikan dibandingkan hari normal.
“Total ada 40 kapal yang beroperasi. Dari jumlah itu, 22 unit menjalankan skenario tiba-bongkar-berangkat (TBB), sisanya reguler,” ujarnya.
Biasanya, lintasan ini hanya dilayani sekitar 28 kapal per hari. Penambahan armada ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat arus penyeberangan di tengah lonjakan ekstrem.
Skema TBB sendiri memungkinkan kapal langsung berangkat kembali setelah proses bongkar muat selesai, tanpa menunggu jadwal reguler, sehingga waktu layanan menjadi jauh lebih singkat.
Fokus Urai Antrean Panjang hingga 40 Kilometer
Arief mengungkapkan, penerapan skema TBB akan terus dilakukan selama masih terdapat penumpukan kendaraan di kedua sisi pelabuhan.
“Kami prioritaskan mengurai antrean yang sempat mencapai hingga 40 kilometer di Gilimanuk. Ini memang membutuhkan langkah ekstra,” tegasnya.
Skema TBB dioperasikan di sejumlah titik strategis, seperti:
- Dermaga 2
- Dermaga 4
- Dermaga LCM (plengsengan)
- Dermaga Bulusan
Langkah ini dinilai efektif dalam mempercepat distribusi kendaraan dari Bali menuju Jawa.
383.398 Penumpang Menyeberang ke Jawa
Lonjakan penumpang pada arus mudik tahun ini tercatat cukup signifikan. Berdasarkan data produksi ASDP:
- 383.398 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa (naik 0,3%)
- 122.892 kendaraan melintas (naik 2,6%)
Data tersebut dihimpun sejak H-10 hingga H-4 Lebaran.
Sementara dari arah sebaliknya:
- 166.322 penumpang dari Jawa ke Bali (naik 1,8%)
- 32.721 kendaraan menyeberang (naik 3%)
Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di jalur penyeberangan utama nasional tersebut.
Pelabuhan Ditutup, Antrean Langsung Terurai
Menjelang penutupan pelabuhan pukul 17.00 WIB, kondisi di Ketapang terpantau mulai lengang sejak pukul 15.00 WIB.
Penutupan penjualan tiket lebih awal membuat antrean kendaraan cepat terurai. Kendaraan yang belum terangkut diarahkan ke kantung parkir di Dermaga Bulusan untuk menunggu pembukaan kembali pelabuhan pada Jumat (20/3).
Lonjakan Diprediksi Terulang Pasca Nyepi
ASDP memprediksi lonjakan penumpang akan kembali terjadi setelah pelabuhan dibuka pasca Nyepi.
Karena itu, skema TBB kemungkinan besar tetap diberlakukan guna menjaga kelancaran arus.
“Kondisi ini mungkin kurang nyaman bagi sebagian pengguna jasa, terutama di Ketapang. Tapi ini langkah yang harus diambil demi mengurai antrean panjang,” ujar Arief.
Pemkab Banyuwangi Siapkan Layanan Pemudik
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memperkuat dukungan layanan bagi pemudik.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan, mulai dari layanan kesehatan hingga tempat istirahat.
Beberapa di antaranya:
- 13 puskesmas siaga 24 jam
- 13 rumah sakit dengan sekitar 1.250 tenaga kesehatan
- 48 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur mudik
“Kami ingin memastikan pemudik tetap nyaman dan aman, termasuk saat beristirahat dan beribadah,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Kelancaran Mudik
Keberhasilan mengurai antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari operator pelabuhan, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan.
Dengan berbagai strategi yang diterapkan, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, meski dihadapkan pada lonjakan penumpang yang terus meningkat.
Puncak arus pasca Nyepi pun kini menjadi fokus berikutnya yang harus diantisipasi secara matang. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin