Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Prosiwangi Ramai Saat Mudik Lebaran 2026, 2.500 Kendaraan Melintas Per Hari, Masih Gratis!

Ali Sodiqin • Rabu, 18 Maret 2026 | 17:00 WIB

Tol Prosiwangi dibuka fungsional saat mudik Lebaran 2026. Pemudik bisa melintas gratis ruas Besuki hingga Tol Paiton untuk mengurai kemacetan jalur Pantura.
Tol Prosiwangi dibuka fungsional saat mudik Lebaran 2026. Pemudik bisa melintas gratis ruas Besuki hingga Tol Paiton untuk mengurai kemacetan jalur Pantura.

RADARBANYUWANGI.ID - Arus kendaraan di ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.

Operator tol, PT Jasa Marga Prosiwangi, mencatat volume kendaraan harian mencapai 2.000 hingga 2.500 unit.

Angka ini didominasi kendaraan pribadi yang memanfaatkan jalur alternatif untuk mempercepat perjalanan menuju wilayah timur Jawa.

Volume Kendaraan Stabil, Keluar-Masuk Seimbang

Kepala Shift Tol Prosiwangi, Hafidz Syahril Amin, mengungkapkan bahwa sejak dibuka pada 14 Maret 2026, arus kendaraan relatif stabil.

“Setiap harinya kendaraan yang keluar masuk seimbang, antara 2.000 sampai 2.500 kendaraan per hari,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tol fungsional tersebut mulai menjadi pilihan utama pemudik, terutama yang menuju arah Situbondo hingga Banyuwangi.

Dibuka Fungsional Selama 16 Hari

Ruas tol yang dioperasikan sementara ini berada di pintu Tol Situbondo Barat, tepatnya di Desa Suboh, Kecamatan Suboh.

Pengoperasian dilakukan selama 16 hari, mulai 14 hingga 29 Maret 2026, untuk mendukung arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan di jalur pantura dan jalur arteri yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan saat musim mudik.

Gratis dan Khusus Kendaraan Pribadi

Selama masa operasional fungsional, Tol Prosiwangi hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I, seperti mobil pribadi.

Menariknya, pengguna jalan tol tidak dikenakan tarif alias gratis. Kebijakan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin perjalanan lebih cepat tanpa tambahan biaya.

Namun demikian, kendaraan besar seperti truk dan bus masih belum diperbolehkan melintas demi menjaga keamanan dan kelancaran arus.

Solusi Kemacetan Jalur Timur Jawa

Kehadiran tol ini menjadi solusi strategis dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah timur Jawa, khususnya jalur Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, pemudik dapat menghindari antrean panjang yang biasa terjadi di jalur nasional, terutama di titik-titik padat seperti pasar dan persimpangan kota.

Nantinya Terhubung Hingga Malang

Ke depan, Tol Prosiwangi dirancang menjadi bagian dari jaringan tol yang lebih luas dan akan terhubung hingga Malang.

Menurut Hafidz, jika sudah beroperasi penuh, tarif tol diperkirakan sekitar Rp150.000 untuk perjalanan penuh, atau sekitar Rp1.450 per kilometer.

Hal ini tentu akan memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Menunggu Penetapan Tarif Resmi

Meski saat ini masih gratis, pemberlakuan tarif akan dilakukan setelah seluruh konstruksi rampung dan terbitnya surat keputusan operasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dengan demikian, masa fungsional ini menjadi tahap uji coba sekaligus sosialisasi kepada masyarakat sebelum tol resmi beroperasi secara penuh.

Antusiasme Pemudik Tinggi

Tingginya jumlah kendaraan yang melintas menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap keberadaan tol baru ini.

Banyak pengguna jalan mengaku terbantu karena perjalanan menjadi lebih lancar, nyaman, dan hemat waktu.

Momentum Penting Infrastruktur Jawa Timur

Pengoperasian fungsional Tol Prosiwangi pada musim mudik Lebaran 2026 menjadi momentum penting dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Timur.

Selain mendukung mobilitas masyarakat, proyek ini juga diharapkan mampu mempercepat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan daya saing daerah.

Dengan tren peningkatan volume kendaraan yang terus stabil, Tol Prosiwangi diprediksi akan menjadi salah satu jalur favorit pemudik di masa mendatang, khususnya bagi yang menuju kawasan tapal kuda hingga ujung timur Pulau Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #situbondo #Tol Dibuka Gratis #tol prosiwangi #probolinggo #banyuwangi #mudik lebaran