RADARBANYUWANGI.ID – Suasana berbeda tampak di Pantai Boom, Selasa pagi (17/3). Di tengah suasana bulan Ramadan, ratusan umat Hindu menggelar ritual Melasti sebagai rangkaian penyucian diri menjelang Hari Raya Nyepi.
Dengan mengenakan pakaian adat serba putih lengkap dengan udeng, umat Hindu tampak khidmat mengikuti prosesi keagamaan yang berlangsung di bibir pantai.
Mereka membawa berbagai sesajen sebagai sarana persembahyangan dalam ritual sakral tersebut.
Prosesi Dimulai dari Pura Jagat Girinatha
Ritual Melasti diawali dari Pura Jagat Girinatha yang berada di Kelurahan Penganjuran. Dari sana, umat Hindu berjalan beriringan menuju Pantai Boom untuk melanjutkan prosesi sembahyang.
Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Banyuwangi, Putu Ariyasa, menjelaskan bahwa Melasti merupakan bagian penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi.
“Melasti merupakan rangkaian awal menjelang Nyepi. Kegiatan ini bertujuan untuk penyucian diri agar terbebas dari hal-hal negatif sebelum memasuki hari raya,” ujarnya.
Setelah prosesi di pantai selesai, umat Hindu kembali ke pura untuk melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.
Pengambilan Air Suci dari Laut
Salah satu bagian penting dalam ritual Melasti adalah pengambilan air suci dari laut. Air tersebut dipercaya sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta.
“Air laut yang diambil ini nantinya digunakan sebagai sarana penyucian dalam rangkaian ritual Melasti,” jelas Putu.
Prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat, diiringi doa-doa yang dipanjatkan oleh umat Hindu.
Berlangsung Khidmat di Tengah Ramadan
Menariknya, pelaksanaan Melasti tahun ini kembali bertepatan dengan bulan Ramadan, mencerminkan kehidupan toleransi antarumat beragama di Banyuwangi.
Meski berlangsung di tengah aktivitas ibadah umat Muslim, prosesi Melasti tetap berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Putu berharap, suasana harmonis ini dapat terus terjaga.
“Kami berharap seluruh umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan guyup dan rukun di Banyuwangi,” katanya.
Tradisi Tahunan yang Terus Dijaga
Salah satu peserta Melasti, Guntur, mengatakan bahwa ritual ini rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Nyepi.
Ia juga menyebut, Pantai Boom selalu menjadi lokasi utama pelaksanaan Melasti bagi umat Hindu di wilayah Banyuwangi kota.
“Setiap tahun Melasti di Banyuwangi kota dilaksanakan di Pantai Boom. Tahun ini kembali berbarengan dengan Ramadan seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Simbol Penyucian dan Kebersamaan
Ritual Melasti tidak hanya menjadi simbol penyucian diri secara spiritual, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kekompakan umat Hindu.
Prosesi yang melibatkan ratusan umat ini menunjukkan kuatnya tradisi dan komitmen dalam menjaga warisan budaya serta nilai-nilai keagamaan.
Dengan pelaksanaan yang aman, tertib, dan penuh toleransi, ritual Melasti di Banyuwangi menjadi potret harmonisasi kehidupan beragama yang terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin