RADARBANYUWANGI.ID - Informasi terkait rekrutmen nasional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang beredar di media sosial dipastikan tidak benar alias hoaks.
Unggahan tersebut viral di Instagram dan menyebutkan adanya pembukaan lowongan untuk 30.000 SPPI yang akan ditempatkan di 80.000 Kopdes di seluruh Indonesia.
Bahkan, dalam unggahan itu juga dijelaskan jadwal rekrutmen yang disebut akan dimulai pada Juni 2026.
Namun, informasi tersebut ternyata tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
Kemhan Tegaskan Informasi Tidak Benar
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa informasi rekrutmen SPPI yang beredar tersebut tidak benar.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama yang tidak berasal dari akun resmi instansi pemerintah.
“Informasi yang tidak berasal dari akun resmi Kementerian Pertahanan dan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia perlu diwaspadai,” ujarnya, Senin (16/3).
Imbauan Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
Rico juga menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya berpotensi menimbulkan kebingungan hingga merugikan masyarakat.
“Jangan mudah mempercayai atau langsung menyebarkan informasi tersebut,” tegasnya.
Sebagai langkah klarifikasi, Kemhan bersama Kemenkop telah meluruskan kabar tersebut melalui akun resmi masing-masing di media sosial.
Modus Penipuan Berkedok Lowongan Kerja
Unggahan yang beredar juga dinilai berpotensi menjadi modus penipuan berkedok rekrutmen kerja.
Dalam postingan tersebut, akun tidak resmi bahkan mengajak calon pelamar untuk bergabung dalam grup belajar sebagai persiapan seleksi.
Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa informasi tersebut tidak kredibel dan patut diwaspadai oleh masyarakat, terutama pencari kerja.
Masyarakat Diminta Laporkan Informasi Mencurigakan
Kemhan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan informasi mencurigakan terkait rekrutmen atau program pemerintah.
Laporan dapat disampaikan melalui call center resmi pemerintah di nomor 1500587.
“Apabila menemukan informasi yang mencurigakan, silakan melaporkannya melalui call center,” kata Rico.
Rekrutmen SPPI Kopdes Memang Ada, Tapi Belum Diumumkan
Meski demikian, Rico mengungkapkan bahwa program rekrutmen SPPI untuk Kopdes memang sedang disiapkan oleh pemerintah.
Namun, hingga saat ini, proses publikasi resmi terkait rekrutmen tersebut masih dalam tahap persiapan.
“Memang ada rekrutmen SPPI Kopdes. Publikasinya sedang kami siapkan,” ungkapnya.
Tunggu Informasi Resmi Pemerintah
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal pemerintah, baik dari Kemhan maupun Kemenkop.
Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan informasi yang diterima benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah maraknya penyebaran informasi di era digital, kehati-hatian dan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks, khususnya yang berkaitan dengan peluang kerja.(*)
Editor : Ali Sodiqin