Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

AHY: Pembangunan Perumahan Bisa Hidupkan 180 Sektor Industri

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 17 Maret 2026 | 20:15 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono.
Agus Harimurti Yudhoyono.

RADARBANYUWANGI.ID - Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa program pembangunan tiga juta rumah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam pencanangan pembangunan hunian di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, yang memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Program ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan nasional.

“Beliau kokoh dalam komitmen dan sejak awal meyakini bahwa keluarga yang sehat itu berawal dari rumah yang baik, dan masyarakat yang berdaya itu berawal dari rumah yang sejahtera,” ujar AHY.

AHY menjelaskan bahwa backlog perumahan masih menjadi tantangan utama, yakni kesenjangan antara jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat dan ketersediaan hunian yang ada.

Program tiga juta rumah dirancang untuk menjawab persoalan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah dan prasejahtera.

Pemerintah menargetkan akses terhadap hunian layak dan terjangkau dapat diperluas secara merata di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut AHY, sektor perumahan memiliki dampak luas terhadap perekonomian karena mampu menggerakkan berbagai sektor industri.

Ia menyebut pembangunan perumahan berpotensi menghidupkan sedikitnya 180 jenis industri, mulai dari konstruksi, bahan bangunan, hingga sektor pendukung lainnya.

Dengan demikian, program ini tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

AHY menekankan bahwa keberhasilan program perumahan nasional sangat bergantung pada ketersediaan lahan yang siap dibangun, memiliki kepastian hukum, dan bebas sengketa.

Untuk itu, pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian guna membangun ekosistem perumahan terpadu, termasuk sektor pertanahan, pekerjaan umum, transportasi, dan kawasan permukiman.

Dalam konteks perkotaan, AHY menilai hunian vertikal menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kota besar. Ia mendorong penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan hunian dengan akses transportasi publik.

“Diprediksi 70 persen masyarakat dunia termasuk Indonesia akan hidup dan beraktivitas di kota. Tantangan utamanya adalah lahan yang terbatas, sehingga pendekatannya adalah hunian vertikal,” jelasnya.

Konsep ini dinilai mampu menciptakan kawasan yang lebih efisien, terintegrasi, dan mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.

AHY juga mengapresiasi peran PT Kereta Api Indonesia yang memiliki aset strategis di berbagai lokasi utama.

“Terima kasih kepada PT KAI yang luar biasa memiliki aset di seluruh Indonesia dan di lokasi-lokasi yang utama,” kata AHY.

Pemanfaatan lahan-lahan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan hunian sekaligus mendukung pengembangan kawasan berbasis transportasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#3 juta rumah